CERPEN
KARYA :MERI VARI’AH
Supri adalah anak
yang terlahir dari keluarga yang sederhana dia berumur 14 tahun dan
duduk di bangku smp kelas 3.Supri mempunyai seorang saudara laki-laki yang
bernama Anto dan dia bekerja sebagai seorang security di sebuah Hotel,Anto
sangat menyangi supri.Ayah Supri dikenal sebagai orang yanag sangat humoris dan
ia bekerja sebagai buruh di sebuah peroyek pembangunan sedangkan ibunya sangat
pendiam,keluarga supri memang keluarga yang sederhana namun bahagia penuh
dengan canda dan tawa.Supri dan keluaraganya tinggal di sebuah desa yang berada
di pinggir sungai.
Kebahagian keluarga Supri berubah
saat ibunya mulai jatuh sakit dan harus di bawa kerumah sakit,Supri yang sangat
menyangi ibunya selalu menemani ibunya di rumah sakit sedangkan
saudaranya Anto berusaha mencari uang untuk menambah biaya pengobatan ibunya.Supri
sangat sedih melihat keadaan ibunya yang terbaring lemas di rumah sakit
sehingga tiap tengah malam selalu bangun untuk sholat dan berdoa
meminta agar ibunya cepat sembuh,karena ia sangat menyayangi ibunya.Melihat
keadaan ibunya seperti itu Supri terpaksa harus tidak masuk sekolah untuk
sementara,agar bisa menemani ibunya karena ayah dan saudaranya harus bekerja
mencari biaya pengobatan ibunya.Tiap hari Supri duduk menemani, bahkan tertidur
di samping ibunya yang sedang terbaring tak berdaya.Saat Supri tertidur
disamping ibunya, tiba-tiba datanglah seorang dokter memeriksa
keaadaan ibunya dan membangunkan Supri,
“dek.....dek.....bangun....!”
“Oh ya dok, maaf saya
ketiduran dok.”
“Ya tidak apa-apa dek.”
“Bagaimana keadaan ibu saya
dok?” tanya Supri kepada dokter.
” Keadaan ibu adek sekarang
sedikit membaik tetapi harus banyak istirahat dan jangan lupa kasih
ibunya minum obat,” saran dokter kepada Supri.
”Baik dok,terimakasih
banyak ya dokter,” jawab Supri.
”Sama-sama dek.”
Setelah dokter memeriksa keadaan ibu Supri dokter pun
keluar dari ruangan tempat ibu Supri dirawat dan Supri pun meyuapi ibunya makan
dan memberi ibunya minum obat yang di berikan dokter tadi.
Berbagai pengobatan yang di
jalani oleh ibu Supri dan berkat usaha dan doa ke dua anaknya
akhirnya ibu supri sedikit membaik dan akhirnya bisa pulang dari rumah sakit,
senyum dan tawa Supri dan keluarganya mulai kembali seperti semula seiring
dengan keadaan ibunya yang sudah mulai seperti biasa kini Supri pun mulai bisa
tenang dalam menjalani hari-hari dan sekolahnya begitu pun dengan saudaranya
Anto bisa masuk kerja dengan tenang.Supri yang dulunya tidak pernah
mendengarkan nasihat ibunya kini sekarang patuh dan taat dengan nasihat ibunya
karena ia takut ibunya kembali sakit seperti dulu sehinga apapun yang di
perintahkan ibunya kepadanya ia pun menurut.Supri sangat sadar bagaimana
rasanya ketika ibunya sedang jatuh sakit ia sangat ketakutan kalau ibunya tidak
bisa sembuh kembali ia membayangkan kesalahan pada ibunya yang sering melawan
dan sering tidak menurut apa perintah ibunya.Begitu pula dengan Anto yang
sepulang kerja sering keluyuran sekarang lebih sering berada dirumah untuk
menemani kedua orang tua dan adiknya.
Beberapa bulan dari
kesembuhan ibu supri dan senyum kebahagiaan yang sedikit mulai terlihat dari
wajah supri dan keluarganya yang mulai seperti semula kembali
menjadi isak tangis karena ibunya kembali jatuh sakit dan harus dibawa kembali
kerumah sakit keadaan ibu Supri saat ini jauh lebih parah dari pada sakit
sebelumnya karena terbaring koma dokter pun bahkan menyarankan agar ibunya
dibawa kerumah sakit yang memiliki alat perawatan yang lebih baik.Supri dan
saudara serta ayahnya sangat ketakutan dan bingung harus bagaimana mengingat uang
untuk biaya pengobatan ibunya sudah habis terpaksa ibu Supri tidak bisa di
pindahkan kerumah sakit yang lebih cangih seperti yang di sarankan dokter
kepanya.Supri sangat ketakutan karena hampir dua minggu ibunya tidak sadarkan
diri ia pun tak henti-hentinya menangis disamping ibunya yang terbaring.Tak
lama kemudian datanglah kakaknya yang baru pulang dari kerja dan
melihat adiknya menangis.
Anto pun
menegur adiknya’’sudahlah dek tidak usah menangis lagi.’
Tapi kak,ibu belum juga
sadar,”
kakak tau tapi kita jangan
hanya menangisi keadaan ibu yang seperti ini ibu juga pasti sedih kalau melihat
kita menangisinya.”
“Tapi,Supri takut kalau ibu
tidak bangun-bangun kak.”
“Huss...... tidak boleh
bilang begitu dek,kita harus berdoa dan berusaha mencari uang untuk membeli
obat, untuk kesembuhan ibu dan kita harus tabah ini adalah cobaan bagi keluarga
kita dek,”kata Anto.
”Baik kak....... Supri
tidak menangis lagi dan Supri akan tetep berdoa agar ibu cepet sembuh.”
‘Amin,,,,kakak juga akan
berdoa dan berusaha mencari uang pinjaman agar ibu bisa dibawa
kerumah sakit yang lebih baik,”
“Supri juga mau bantu kakak
cari uang,”kata Supri kepada kakaknya yang ingin membantu mencari uang.
“Tidak usah dek,,,, biar
kakak dan ayah saja.”
“Supri lapar?”tanya Anto
kepada Supri.
”Supri belum makan dari
tadi pagi kak” jawab Supri.
“Iya sudah kakak beliin
makanan dulu ya,”
“baik kak,,,,,,” kata
Supri.
Saat Anto keluar
membeli makanan tiba-tiba ayah dan saudara misan Anto yang bernama Yanti datang
membawakan Supri makanan.
“Anto mau kemana,”tanya
ayah.
‘Beliin Supri makanan Yah,
dia belum makan dari tadi pagi,” jawab Anto.
’’Ini ayah
bawa makanan tapi ayah tidak bawa air.”
“ kalau begitu Anto
tidak jadi beli makanannya tapi Anto mau beli air minum saja yah.....”
Ayah Supri pun masuk keruangan tempat istrinya dirawat.
“Bagaimana keadaan ibu,
Supri?”Tanya ayah pada Supri.
”Ibu belum juga sadar yah,”
kata Supri.
“Supri makan dulu
ya,,,,supri belum makan dari tadi pagi kan, ini ayah bawa makanan,” kata ayah
kepada Supri menyuruhnya makan.
“Baik yah,” Supri menuruti
kata ayahnya untuk makan.
Antopun datang membawa air minum,”Ini airnya yah,”Anto
pun memberikan air minum itu kepada ayahnya.
“Anterin Yanti pulang ya
Anto,” kata ayah meyuruh Anto mengantar Yanti pulang.
”Baik yah,”
“Yanti mau pulang sekarang,,,,”
tanya Anto pada Yanti.
”Iya kak jawab Yanti.”
“Ya sudah ayo kita
pulang,”Anto pun pamitan pada ayah dan adiknya untuk mengantar Yanti
pulang, sementara Supri dan ayahnya menemani ibunya di rumah sakit.
Saat Supri selesai makan Supri langsung sholat Zuhur di
Mushola di Rumah sakit dan sambil berdoa untuk kesembuhan ibunya.Selesai sholat
Supri kembali keruangan ibunya dirawat sesampainya diruangan Supri terkejut
melihat keadaan ibunya yang sudah sadar namun tangan dan kakinya serta seluruh
tubuhnya tidak bisa digerakkan, ibu Supri hanya bisa bicara itu pun suaranya
tidak jelas, Supri dan ayahnya pun memanggil dokter untuk memeriksa
keadaan ibu Supri.Setelah dokter memeriksa, dokter pun menjelaskan keadaan ibu
Supri kalau ibunya lumpuh total dan hanya bisa bicara itupun suranya tidak
terlalu jelas untuk di dengar.Supri langsung menangis mendengar penjelasan
dokter dan ia tidak tega melihat keadaan ibunya yang seperti itu.
Tiba-tiba terdengar suara
ibunya memanggil Supri, Supri pun mendekati ibunya”Supriiiiii.....ib....ib..bu
ma...u puu.lang,” ibu Supri meminta pulang kerumah.
“Tapi bu,,,,Ibu belum
sembuh,” kata Supri.
“Ib..bu.. ju...ga
ti..ti..dak se..mb..buh disini ter..rrru..us,” kata ibu Supri samar-samar.
“Baik bu tapi ibu jangan
pakasain bicara ibu istirahat ya,” kata supri meminta ibunya istirahat.Supri
lalu memberitahu ayahnya agar menanyakan apakah ibunya di izinkan pulang
kerumah.
“Dokter apakah istri
saya sudah bisa di bawa pulang,” tanya ayah Suppri kepada dokter.
”Bagaimana ya pak...keadaan
istri bapak semakin parah, tahu sendiri kan”
“saya tahu dok,,, tapi itu
adalah permintaan dari istri saya,saya hanya ingin menuruti permitaannya,,,
saya juga sebenarnya tidak mau membawanya dok,,,,,,dok saya bisa kan membawa
istri saya pulang kerumah,” pinta ayah Supri kepada dokter dengan tampang bersedih.
Semula dokter tidak mengijikan mengingat keadaan ibu
Supri yang seperti itu namun ayah Supri menjelaskan akhirnya, Supri dan ayahnya
pun bisa membawa ibu Supri pulang,meskipun dalam keadaan seperti itu, tapi itu
adalah permitaan dari ibunya.Supri semulanya juga tidak mau membawa ibunya
pulang tapi Supri berpikir itu adalah keingina ibunya.Supri pun akhirnya
terpaksa membawa ibunya pulang ibu Supri pun dibawa pulang oleh mobil ambulans,
karena hanya bisa bebaring.Sesampai dirumah ibu Supri dibaringkan
dikamarnya,Supri dan Anto pun hanya bisa menangis melihat ibunya.
Supri memegang tangan
ibunya sambil berkata,”bu jangan tingalin kami ibu cepat sembuh yaa,Supri tidak
mau kehilangan ibu, Supri sayang ibu.”
Begitupula ayahnya menangis
melihat keadaan isrtrinya yang semakin hari semakin memburuk tidak bisa makan
nasi kecuali air.Supri pun tidak pernah jauh dari ibunya setiap hari.Supri
selalu tidur dengan tangan memeluk ibunya, Supri begitu takut kalau
ibunya tidak bisa bangun kembali untuk selamnya.Saudara misannya pun juga
selalu menemani dan melayani ibu Supri tiap hari,sedangkan Supri
tidak pernah mau makan kalau tidak dipaksa oleh ayah dan
kakaknya.Akhirnya setelah melihat keadaan anaknya yang seperti itu ibu
Supri pun berusaha bicara walaupun sulit untuk membuka mulutnya, demi Supri
agar mau makan.
”Su..p.p.ppr..ri ma..ka.an
ya,ya ....ib..bu...se..dih..kalau...Su..pri ti..dak.mau.maakan.”
“yaa bu, tapi ibu istirahat
jangan paksakan diri ibu untuk bicara, Supri janji akan makan,” jawab Supri
sambil meneteskan air mata,Supri tidak tega melihat ibunya seperti ini.
“ ibunya pun menganguk.”
Keesokan harinya terdengar
kembali suara ibu Supri dan didengar oleh Supri,Anto dan ayahnya.
”An.nn.to ma.au
me..ee..ni.ni.ni kah..hi Ya.n.n.nt.ti ,”kata ibu Supri meminta Anto menikahi
saudara misannya Yanti.
“Ya bu, Anto akan menikah
dengan Yanti tapi ibu cepat sembuh agar bisa melihat Anto menikah,”Anto pun
menuruti permintan ibunya yang kebetulan juga Anto mencintai Yanti begitu juga
sebaliknya Yanti juga sangat mencintai Anto.
Beberapa hari kemudian
pernikahan Anto dan Yanti pun dilangsungkan dan disaksikan oleh ibunya yang
hanya bisa terbaring setelah beberapa minggu kebahagian
pernikahan Anto dan Yanti, ibunya pun berpulang kerahmatullah yang disaksikan
isak tangis keluarga terutama Supri,Anto dan ayahnya tak berdaya melihat ibu
dan istrinya sudah tiada.
Supri pun berteriak
berulang-ulang kali memanggil ibunyaa sambil menangis
tersendat-sendat,”ibu.....ibu...ibuuuuuuu....”Supri pun jatuh terlentang di
tanah pingsan.
Anto yang melihat keadaan adiknya pun menangis
dan pingsan,mereka tidak percaya kalau ibunya sudah meninggalkannya sedangkan
ayah Supri hanya bisa menangis karena tidak mampu berbuat apa-apa lagi karena
istrinya sudah meninggalkannya setelah Supri dan Anto sadar merkapun
menangis histeris kembali berteriak memanggil ibunya dan beberapa kali pingsan
kembali, karena tidak sanggup menerima kenyataan kalau ibunya sudah tiada
ayahnya pun berusaha menguakat kan hati Supri dan Anto agar tabah menerima
kenyataan ini,
”Sudahlah nak kita harus
mengihklaskan ibu,biarkan ibu tenang di sana, ibu pasti tidak tenang disana
kalau melihat kalian terus bersedih seperti ini,”
“ tapi yah...... Supri
tidak mau kehilangan ibu,”sambil menangis tersendat-sendat, begitu pula kata
Anto tak mau kehilangan ibunya,
“ya ayah tahu ayah juga
tidak sanggup kehilangan ibu kalian tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa
semuanya sudah kehendak Allah, ibu kalian juga pasti tidak ingin melihat kalian
menangis kata ayah,” Supri menguatkan hati kedua anaknya.
Supri dan Anto pun ahkirnya sedikit demi sedikit bisa
menerima kenyataan kalau ibunya sudah tiada. Pemakan diiringi dengan isak
tangis dari kedua anak,suami dan keluarganya.
Kini Supri dan
Anto harus menjalani hidup hanya dengan seorang ayah tanpa seorang
ibu.Sejak itulah kehidupan Supri mulai berubah menjadi orang yang
pendiam, tidak banyak bicara, setiap hari menangis merindukan ibunya, bahkan ia
sering sakit-sakitan dan tidak mau makan seperti waktu ibunya sakit.
”Supri makan yaa....” kata
ayah membujuk Supri.
“Supri tidak mau makan.....
Supri hanya mau ketemu ibu,”bantah Supri tidak mau makan.
Mendengar perkataan Supri seperti itu ayah Supri khawatir
dengan keadaan anaknya. Sehingga apapun permintaan Supri,ayahnya dan Anto
selalu menuruti kemauannya.
Terkadang setiap hari
Supri menangis di makam ibunya, Supri masih belum percya kalau ibunya sudah
tiada, sementara Anto sudah mulai bisa menerima kenyataan.Anto berusaha
meyakinkan adiknya kalau ibu mereka telah tiada dan Anto pun mengatakan pada
adiknya
“Ibu pasti tidak tenang
meliahat keadaan Supri kalau Supri terus seperti ini tiap hari dan
ibu pasti bahagia disana kalau Supri juga bahagia.”
Sedikit demi sedikit akhirnya supri bisa sadar dan
menerima kenyataan, kalau ibunya sudah meninnggal, sehinga Supri mau makan
dan masuk sekolah kembali seperti biasa, tetapi di
sekolah Supri sering menangis kalau teringat ibunya, sehingga teman baik Supri
yang bernama Rahil selalu menghiburnya agar supri tidak hanyut dalam kesedihan.
”Nggak usah nangis lagi
Supri.... kamu harus kuat menerima cobaan ini percayalah Supri, apa yang
diberikan Allah kepada kita pasti itu yang terbaik menurut perkiraan Allah,”
“tapi Rahil, aku sangat
sayang ibuku aku belum siap kehilangan ibuku kata Supri,”
“ya aku juga tahu
Supri,semua orang pasti tidak mau kehilangan ibunya, tapi kamu harus tau kalau
ibu kamu juga pasti sangat sedih melihat anaknya seperti ini
kamu harus tabah Supri dan ingat selalu ingat kepada allah.”
“terimakasih Rahil, kamu
sudah mengingatkan ku,”kata Supri sambil mengusap air matanya.
“Sama-sama Supri..... kan
sudah tugas ku untuk mengingatkan mu sebagai seorang sahabat .”
Setiap pulang sekolah Supri selalu singgah di makam
ibunya untuk melepas kerinduan pada ibunya dan mendoakannya, tidak hanya
itu,Supri juga menceritakan apa saja yang di alaminya setiap hari di
Sekolah,seolah-olah seperti ibunya berada di sampingnya.
Supri duduk di makam ibunya,bahkan terkadang
Supri ketiduran disana.
kakaknya yang melihat
adiknya tertidur lalu membangunkannya”Supri,.....Supri.........
bangun,”
Supri pun
terbangun,”ya kak Supri ketiduran.”
“Ayo pulang Supri,”sambil
mengusap dan mebersihkan rambut Supri bekas tanah kuburan.
Di perjalanan Supri
bercerita pada kakanya,”Kak tadi Supri mimpi tentang ibu di makam,
Ibu bilang ke Supri kalau ibu sayang Supri, kakak dan
ayah, ibu juga menyuruh Supri agar tidak menangis dan membuat kakak dan ayah
kawatir lagi”
“Ya Supri.....memang ibu
sangat sayang pada kita,” jawab Anto.
“Tapi kenapa ibu
meninggalkan kita, kalau ibu sayang kita semua kak???,tanya Supri dengan wajah
sedih sambil menatap kakaknya.
Anto pun menjawab
“ini bukan salah ibu dek,semua sudah kehendak Allah,ibu juga pasti tidak mau
meninggalkan kita semua karena ibu sayang kita.Walaupun ibu sudah meninggalkan
kita semua tapi ibu tetap hidup di hati kita semua,” sambil mengusap
air matanya, Anto tak sadar telah menangis teringat ibunya.
“Kakak nangis ya,” tanya
Supri ikut bersedih melihat kakaknya yang sedih.
’’Nggak kok dek,” bantah Anto
sambil berjalan pulang.
Ketika sampai dirumah Anto dikejutkan oleh istrinya
yang tergeletak pingsan di depan pintu rumah.Anto pun membawa istrinya kerumah
sakit, sesampai dirumah sakit Yanti diperiksa oleh dokter dan tak
lama Yanti pun siuman kemudian dokter menjelaskan kenapa Yanti bisa
pingsan, ternyata Yanti sedang mengandung.Setelah itu dokter mengijinkan istri
Anto pulang
Anto pun semakin menyayangi
Yanti dan ia sangat senang istrinya hamil karena Anto ingin sekali punya anak
setelah beberapa bulan kehamilan Yanti dan tiba saatnya untuk melahirkan Anto
pun segera membawa istrinya kerumah sakit untuk melahirkan dan istri Anto pun
langsung dibawa keruang persalinan Anto yang ditemani Supri dan ayahnya di luar
takut dan kebingungan mendengar istrinya merintih kesakitan.Anto yang
kebingungan mondar-mandir di depan pintu persalinan.
Tak lama kemudian terdengar
suara tangisan bayi dari dalam ruangan,Anto akhirnya sedikit bisa tenang dan
kemudian dokter pun keluar dari ruang persalinan dan mengijinkan Anto untuk
melihat istri dan anaknya, Anto sangat bahagia dengan kelahiran anak
perempuannya begitu pula dengan Supri dan ayahnya.Istri Anto kemudian di
izinkan pulang oleh dokter Anto pun membawa istrinya pulang.Kelahiran anak Anto
seperti setitik kebahagiaan buat Anto dan ayahnya terutama buat Supri karena
Supri tidak kesempian lagi karena kehadiran keponakannya. Supri
selalu menghibur diri dengan menemani keponakannya.
Sesekali waktu Supri pergi
ke makam ibunya menceritakan kalau ibunya sekarang sudah punya cucu Supri berkata
di depan makam ibunya sambil bercucuran air mata,
’’bu.....ibu sekarang ibu
punya cucu dia cantik sekali, coba ibu sekarang masih ada disini pasti Supri
sangat bahagia.”
Karena hari sudah mulai
gelap Supri pun pulang.Sudah hampir setahun ibu Supri meninggal.Supri kembali
sedih ketika menjalani indahnya bulan Ramadhan tanpa seorang
ibu.Supri selalu menangis kalau sedang sahur dan bebuka puasa karena Supri
selalu teringat ketika puasa tahun kemarin ibunya masih ada di sampingnya.
Ketika tiba saat Hari Raya semua orang bahagia, tapi buat
Supri hanya kesedihanlah yang menyelimuti hatinya, di saat teman-teman Supri
yang bahagia bersama keluarganya di rumah, tapi lain halnya dengan Supri yang
hanya menghabiskan waktunya di makam ibunya untuk meminta maaf seraya menangis
di makam ibunya, Supri begitu sangat ingin ditemani ibunya saat merayakan hari
raya idul fitri sperti teman-temannya yang bisa mencium tangan ibunya dan
meminta maaf, Supri begitu ingin Seperti itu hingga tak kuat menahan kerinduan
pada ibunya Supri menangis sampai pingsan di makam ibunya.
Anto dan ayahnya yang hendak bersilaturahmi ke makam ibu
dan istrinya dari jauh Anto dan ayahnya melihat Supri pingsan disamping makam
ibunya,Anto dan ayahnya pun berlari ke makam.
Anto segera membawa adiknya
pulang dan tak lama Supri pun sadar,kakanya pun mengambilkan segelas
air,’’Supri minum airnya dulu, biar Supri baikan,” seraya Anto memberi Supri
minum.
Tiba-tiba Supri langsung
memeluk kakaknya dan berkata,’’Supri kangen ibu kak sambil menangis, kakak juga
dek,” kata Anto yang juga menangis.
Anto kemudian
mengambilkan adiknya makanan dan menyuapinya, Anto yang begitu sangat menyangi
adiknya, tak lama Anto menyuapi adiknya Yanti pun memanggil meminta Anto
mengambilkan air minum dan makanan buat anaknya.Entah kenapa Supri dan Yanti
sering bertengkar karena melihat sifat Yanti yang semakin manja setelah ia
punya anak,Yanti sering memerintah Anto bahkan Yanti juga tidak mau mengerjakan
pekerjaan ibu rumah tangga, itu yang membuat
Supri kesal padaYanti karena Anto tidak berani memarahi
istrinya sehingga terkadang Supri sering memberitahu kepada Anto agar menyuruh
istrinya mengerjakan pekerjaan rumah Anto hanya menggangguk suruhan adiknya
tanpa memberitahu Yanti, karena itu Supri langsung memberitahu Yanti tapi yanti
selalu marah kepada Anto agar mengajarkan adiknya menghormati orang yang lebih
dewasa Anto hanya mengiyakan saja tanpa memarahi adiknya karena Anto
tidak mau melihat adiknya kembali sedih dan sakit kembali.Sehinga hal
itulah yang membuat Yanti marah kepada Anto karena tidak bisa keras pada
adiknya Anto yang selalu sabar malah memarahi istrinya sehinga
Anto dan Yanti bertengkar hebat hingga tengah malam karena tidak
tahan mendengar istrinya marah Anto pun pergi dan sebelum dia pergi Yanti
bertanya,’’Kamu mau kemana?”
“aku mau mati” jawab Anto.
Yanti yang tidak menghiraukan perkataan suaminya dan membiarkan
suaminya pergi begitu saja.
Sebelum Anto
berangkat Anto membangunkan adiknya,’’Dek kakak pergi dulu ya,maafin kakak ya
dan jagain ayah ya,”
Supri yang heran kenapa
kakaknya bekata seperti itu tumben sekali, lalu bertanya,’’Kakak mau kemana?”
“kakak mau ketemu ibu,
nanti kakak salamin sama ibu kalau supri kangen pada ibu,” kata Anto dengan
serius.
Perasaan Supri pun tidak
enak ia lalu berlari mengejar kakaknya yang belum jauh sambil memeluk Anto dan
berkata,’’Jangan tinggalin Supri kak,”
Anto menjawab,“kakak selalu
ada di hati Supri seperti ibu yang selalu ada di hati Supri,kakak dan ayah.”Supri
pun membiarkan kakaknya pergi sambil melihat langkah demi langkah
kakaknya, Supri seperti merasa kalau itu adalah terakhir dia melihat
kakaknya,Supri kemudian kembali kamar dan ia tidak bisa tidur mengingat
perkataan kakaknya namun lama kelamaan Supri pun tertidur.
Istri Anto terbangun hendak menganbil gelas
untuk minum ketika mengambil gelas tersebut tiba-tiba jatuh dan pecah
Yanti pun terkejut dan jantungnya berdebar-debar dengan kencang, perasaan Yanti
pun tidak enak dan ia kepikiran dengan suaminya takut terjadi seuatu pada
suaminya, apa lagi mereka habis berengkar dan Yanti mengingat perkataan
suaminya ia pun semakin takut kalau terjadi sesuatu pada suaminya tak lama
kemudian datangnlah seorang tetangganya pak Radi mengentuk pintu membangunkan
ayah Supri,ia membukakan pintu dan pak Radi berkata dengan gugup dan tak
tega,’’Pak Supri..... anak mu,”
“anak saya
kenapa...kenapa,” jawab ayah Supri,
Pak Radi kemudian
menjelaskan kalau Anto kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit mendegar hal
tersebut Yanti langsung pingsan dan ayah Supri kemudian membawa Yanti ketempat
tidur, kemudian ayah Supri pun langsung pergi kerumah sakit bersama pak Radi.
Sesampai dirumah
sakit ayah Supri menanyakan keadaan anaknya pada dokter dan dokter memberitahu
kalau Anto koma,ayah Supri terkejut mendengar kalau anaknya koma hingga tak
lama Anto menghembuskan nafas terakhirnya ayah Supri langsung jatuh lemas tak
berdaya mendengar kalau Anto telah meninggal dunia, mayat Anto lalu dibawa
pulang oleh ambulans bersamaan dengan isak tangis ayahnya hingga sampai
dirumah,Supri terbangun dan Yanti sadar dari pingsan. Supri heran kenapa
ramai di luar rumahnya, Supri lalu keluar dan melihat kakak sudah terbaring tak
bernyawa,Supri langsung pingsan dan lama tak sadarkan diri Yanti pun demikian
sampai Yanti berteriak lalu pingsan.Lama Supri dan Yanti pingsan
kemudian mereka sadar lalu menangis,Yanti sangat menyesal ia tak menyangka
bahwa suaminya meninggalkannya disaat Yanti habis bertengkar dengan Anto. Yanti
merasa sangat bersalah karena sebab ia bertengkar Anto lalu pergi dan
kecelakaan hingga meninggal.
Supri sangat terpukul
melihat kakaknya meninggalkannya hingga keesokan harinya Supri tidak bisa
mengikuti ujian sekolah karena harus ke pemakaman kakaknya.Anto
kemudian di makamkan di dekat makam ibunya.Tangisan dari Supri istrinya Yanti
dan ayahnya tak henti-hentinya seiring dengan di makamkannya Anto.Supri kembali
menjadi anak yang pendiam sering sakit-sakitan seperti dulu waktu
meninggal ibunya di tambah lagi dia kehilangan kakanya, sekarang Supri tidak
ada tempat mengadu kecuali pada ayahnya,Supri semakin sayang pada ayahnya ia
tidak mau terjadi sesuatu terjadi kepada ayah seperti apa yang menimpa ibu dan
kakaknya.
Tak lama setelah itu Supri
masuk sekolah.Sepulang sekolah Supri selalu mampirdi makam ibu dan kakaknya
untuk bercerita di makamnya seolah-olah mereka masih hidup dan Supri juga
sering bercerita meluap kan isi hatinya betapa ia meridukan ibu dan kakaknya
kepada teman-temannya sampai ia menangis menceritakan bagaimana
waktu ibu dan kakaknya waktu masih hidup.
Sifat Supri mulai berubah
semenjak berbagai cobaan yang telah melanda hidupnya sebenarnya ia ingin
seperti dulu tapi apalah daya ia tidak mampu hanya kesedihanlah yang selalu
menyelimuti hatinya.Ia tidak semangat untuk menjalani hidupnya,Supri menjadi
anak yang banyak bicara berbeda dengan sebelumnya dia hanya diam walaupun
diajak bicara oleh temanya,dan perasaan sangat sensitip tidak bisa teman atau
ayahnya salah kata Supri selalu mengira menantanganya semakin hari sifat Supri
semakin aneh seperti orang gila ayahnya sendiripun ingin di pukul.Melihat
keadaan Supri seperti itu ayah supri pun tidak mengizinkannya membawa motor
sehigga membuat Supri marah dan merasa kalau tidak dipercaya oleh ayahnya ia
terpaksa berangkat sekolah dengan temannya di sekolah
Saat mengerjakan soal ujian
nasional ia sangat cepat menjawab soal hanya dalam hitungan menit dia
selesai.Tingkah laku Supri semakin hari semakin terlihat seperti orang gila ia
masuk ujian tidak memakai seragam sekolah dan selalu tidak menyelesaikan
semua soal dan setelah keluar ia masuk ke ruang guru-guru dan
bersalaman,tingkah laku Supri yang semakin hari seperti orang gila membuat ayah
Supri khawatir dan terpaksa Supri harus dibawa ke rumah sakit jiwa
sehingga ia tidak mengikuti hari terakhir ujian nasional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar