Minggu, 10 Desember 2017

TUHAN KEMBALIKAN SENYUM KU SEPERTI DULU LAGI

CERPEN
                                                               KARYA :MERI VARI’AH

      Supri adalah anak yang terlahir dari keluarga yang sederhana  dia berumur 14 tahun dan duduk di bangku smp kelas 3.Supri mempunyai seorang saudara laki-laki yang bernama Anto dan dia bekerja sebagai seorang security di sebuah Hotel,Anto sangat menyangi supri.Ayah Supri dikenal sebagai orang yanag sangat humoris dan ia bekerja sebagai buruh di sebuah peroyek pembangunan sedangkan ibunya sangat pendiam,keluarga supri memang keluarga yang sederhana namun bahagia penuh dengan canda dan tawa.Supri dan keluaraganya tinggal di sebuah desa yang berada di pinggir sungai.
    Kebahagian keluarga Supri berubah saat ibunya mulai jatuh sakit dan harus di bawa kerumah sakit,Supri yang sangat menyangi  ibunya selalu menemani ibunya di rumah sakit sedangkan saudaranya Anto berusaha mencari uang untuk menambah biaya pengobatan ibunya.Supri sangat sedih melihat keadaan ibunya yang terbaring lemas di rumah sakit sehingga tiap tengah malam  selalu bangun untuk sholat dan berdoa meminta agar ibunya cepat sembuh,karena ia sangat menyayangi ibunya.Melihat keadaan ibunya seperti itu Supri terpaksa harus tidak masuk sekolah untuk sementara,agar bisa menemani ibunya karena ayah dan saudaranya harus bekerja mencari biaya pengobatan ibunya.Tiap hari Supri duduk menemani, bahkan tertidur di samping ibunya yang sedang terbaring tak berdaya.Saat Supri tertidur disamping ibunya, tiba-tiba datanglah seorang dokter  memeriksa keaadaan ibunya dan membangunkan Supri,
     “dek.....dek.....bangun....!”
     “Oh ya dok, maaf saya ketiduran dok.”
     “Ya tidak apa-apa dek.”
     “Bagaimana keadaan ibu saya dok?” tanya Supri kepada dokter.
     ” Keadaan ibu adek sekarang sedikit membaik tetapi harus banyak  istirahat dan jangan lupa kasih ibunya minum obat,” saran dokter kepada Supri.
     ”Baik dok,terimakasih banyak ya dokter,” jawab Supri.
     ”Sama-sama dek.”
Setelah dokter memeriksa keadaan ibu Supri dokter pun keluar dari ruangan tempat ibu Supri dirawat dan Supri pun meyuapi ibunya makan dan memberi ibunya minum obat yang di berikan dokter tadi.
     Berbagai pengobatan yang di jalani oleh ibu Supri dan berkat usaha dan doa ke dua  anaknya akhirnya ibu supri sedikit membaik dan akhirnya bisa pulang dari rumah sakit, senyum dan tawa Supri dan keluarganya mulai kembali seperti semula seiring dengan keadaan ibunya yang sudah mulai seperti biasa kini Supri pun mulai bisa tenang dalam menjalani hari-hari dan sekolahnya begitu pun dengan saudaranya Anto bisa masuk kerja dengan tenang.Supri yang dulunya tidak pernah mendengarkan nasihat ibunya kini sekarang patuh dan taat dengan nasihat ibunya karena ia takut ibunya kembali sakit seperti dulu sehinga apapun yang di perintahkan ibunya kepadanya ia pun menurut.Supri sangat sadar bagaimana rasanya ketika ibunya sedang jatuh sakit ia sangat ketakutan kalau ibunya tidak bisa sembuh kembali ia membayangkan kesalahan pada ibunya yang sering melawan dan sering tidak menurut apa perintah ibunya.Begitu pula dengan Anto yang sepulang kerja sering keluyuran sekarang lebih sering berada dirumah untuk menemani kedua orang tua dan adiknya.
     Beberapa bulan dari kesembuhan ibu supri dan senyum kebahagiaan yang sedikit mulai terlihat dari wajah supri dan keluarganya yang mulai seperti semula  kembali menjadi isak tangis karena ibunya kembali jatuh sakit dan harus dibawa kembali kerumah sakit keadaan ibu Supri saat ini jauh lebih parah dari pada sakit sebelumnya karena terbaring koma dokter pun bahkan menyarankan agar ibunya dibawa kerumah sakit yang memiliki alat perawatan yang lebih baik.Supri dan saudara serta ayahnya sangat ketakutan dan bingung harus bagaimana mengingat uang untuk biaya pengobatan ibunya sudah habis terpaksa ibu Supri tidak bisa di pindahkan kerumah sakit yang lebih cangih seperti yang di sarankan dokter kepanya.Supri sangat ketakutan karena hampir dua minggu ibunya tidak sadarkan diri ia pun tak henti-hentinya menangis disamping ibunya yang terbaring.Tak lama kemudian datanglah  kakaknya yang baru pulang dari kerja dan melihat adiknya menangis.
     Anto pun menegur  adiknya’’sudahlah dek tidak usah menangis lagi.’
     Tapi kak,ibu belum juga sadar,”
     kakak tau tapi kita jangan hanya menangisi keadaan ibu yang seperti ini ibu juga pasti sedih kalau melihat kita menangisinya.”
     “Tapi,Supri takut kalau ibu tidak bangun-bangun kak.”
     “Huss...... tidak boleh bilang begitu dek,kita harus berdoa dan berusaha mencari uang untuk membeli obat, untuk kesembuhan ibu dan kita harus tabah ini adalah cobaan bagi keluarga kita dek,”kata Anto.
     ”Baik kak....... Supri tidak menangis lagi dan Supri akan tetep berdoa agar ibu cepet sembuh.”
     ‘Amin,,,,kakak juga akan berdoa dan  berusaha mencari uang pinjaman agar ibu bisa dibawa kerumah sakit yang lebih baik,”
     “Supri juga mau bantu kakak cari uang,”kata Supri kepada kakaknya yang ingin membantu mencari uang.
     “Tidak usah dek,,,, biar kakak dan ayah saja.”
     “Supri lapar?”tanya Anto kepada Supri.
     ”Supri belum makan dari tadi pagi kak” jawab Supri.
     “Iya sudah kakak beliin makanan dulu ya,”
     “baik kak,,,,,,” kata Supri.
     Saat Anto  keluar membeli makanan tiba-tiba ayah dan saudara misan Anto yang bernama Yanti datang membawakan Supri makanan.
     “Anto mau kemana,”tanya ayah.
     ‘Beliin Supri makanan Yah, dia belum makan dari tadi pagi,” jawab Anto.
     ’’Ini ayah bawa  makanan tapi ayah tidak bawa air.”
      “ kalau begitu Anto tidak jadi beli makanannya tapi Anto mau beli air minum saja yah.....”
Ayah Supri pun masuk keruangan tempat istrinya dirawat.
     “Bagaimana keadaan ibu, Supri?”Tanya ayah pada Supri.
     ”Ibu belum juga sadar yah,” kata Supri.
     “Supri makan dulu ya,,,,supri belum makan dari tadi pagi kan, ini ayah bawa makanan,” kata ayah kepada Supri menyuruhnya makan.
     “Baik yah,” Supri menuruti kata ayahnya untuk makan.
Antopun datang membawa air minum,”Ini airnya yah,”Anto pun  memberikan air minum itu kepada ayahnya.
     “Anterin Yanti pulang ya Anto,” kata ayah meyuruh Anto mengantar Yanti pulang.
     ”Baik yah,”
    “Yanti mau pulang sekarang,,,,” tanya Anto pada Yanti.
     ”Iya kak jawab Yanti.”
     “Ya sudah ayo kita pulang,”Anto pun pamitan pada ayah dan adiknya untuk  mengantar Yanti pulang, sementara Supri dan ayahnya menemani ibunya di rumah sakit.
Saat Supri selesai makan Supri langsung sholat Zuhur di Mushola di Rumah sakit dan sambil berdoa untuk kesembuhan ibunya.Selesai sholat Supri kembali keruangan ibunya dirawat sesampainya diruangan Supri terkejut melihat keadaan ibunya yang sudah sadar namun tangan dan kakinya serta seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan, ibu Supri hanya bisa bicara itu pun suaranya tidak  jelas, Supri dan ayahnya pun memanggil dokter untuk memeriksa keadaan ibu Supri.Setelah dokter memeriksa, dokter pun menjelaskan keadaan ibu Supri kalau ibunya lumpuh total dan hanya bisa bicara itupun suranya tidak terlalu jelas untuk di dengar.Supri langsung menangis mendengar penjelasan dokter dan ia tidak tega melihat keadaan ibunya yang seperti itu.
     Tiba-tiba terdengar suara ibunya memanggil Supri, Supri pun mendekati ibunya”Supriiiiii.....ib....ib..bu ma...u  puu.lang,” ibu Supri meminta pulang kerumah.
     “Tapi bu,,,,Ibu belum sembuh,” kata Supri.
     “Ib..bu.. ju...ga ti..ti..dak se..mb..buh disini ter..rrru..us,” kata ibu Supri samar-samar.
     “Baik bu tapi ibu jangan pakasain bicara ibu istirahat ya,” kata supri meminta ibunya istirahat.Supri lalu memberitahu ayahnya agar menanyakan apakah ibunya di izinkan pulang kerumah.
     “Dokter apakah istri saya  sudah bisa di bawa pulang,” tanya ayah Suppri kepada dokter.
     ”Bagaimana ya pak...keadaan istri bapak semakin parah, tahu sendiri kan”
     “saya tahu dok,,, tapi itu adalah permintaan dari istri saya,saya hanya ingin menuruti permitaannya,,, saya juga sebenarnya tidak mau membawanya dok,,,,,,dok saya bisa kan membawa istri saya pulang kerumah,” pinta ayah Supri kepada dokter dengan tampang  bersedih.
Semula dokter tidak mengijikan mengingat keadaan ibu Supri yang seperti itu namun ayah Supri menjelaskan akhirnya, Supri dan ayahnya pun bisa membawa ibu Supri pulang,meskipun dalam keadaan seperti itu, tapi itu adalah permitaan dari ibunya.Supri semulanya juga tidak mau membawa ibunya pulang tapi Supri berpikir itu adalah keingina ibunya.Supri pun akhirnya terpaksa membawa ibunya pulang ibu Supri pun dibawa pulang oleh mobil ambulans, karena hanya bisa bebaring.Sesampai dirumah ibu Supri dibaringkan dikamarnya,Supri dan Anto pun hanya bisa menangis melihat ibunya.
     Supri memegang tangan ibunya sambil berkata,”bu jangan tingalin kami ibu cepat sembuh yaa,Supri tidak mau kehilangan ibu, Supri sayang ibu.”
    Begitupula ayahnya menangis melihat keadaan isrtrinya yang semakin hari semakin memburuk tidak bisa makan nasi kecuali air.Supri pun tidak pernah jauh dari ibunya setiap hari.Supri selalu tidur dengan tangan memeluk ibunya, Supri begitu takut  kalau ibunya tidak bisa bangun kembali untuk selamnya.Saudara misannya pun juga selalu menemani dan melayani ibu Supri tiap hari,sedangkan  Supri tidak  pernah mau makan kalau tidak dipaksa oleh ayah dan kakaknya.Akhirnya setelah melihat keadaan anaknya yang seperti itu  ibu Supri pun berusaha bicara walaupun sulit untuk membuka mulutnya, demi Supri agar mau makan.
     ”Su..p.p.ppr..ri ma..ka.an ya,ya ....ib..bu...se..dih..kalau...Su..pri ti..dak.mau.maakan.”
     “yaa bu, tapi ibu istirahat jangan paksakan diri ibu untuk bicara, Supri janji akan makan,” jawab Supri sambil meneteskan air mata,Supri tidak tega melihat ibunya seperti ini.
     “ ibunya pun menganguk.”
     Keesokan harinya terdengar kembali suara ibu Supri dan didengar oleh Supri,Anto dan ayahnya.
     ”An.nn.to  ma.au me..ee..ni.ni.ni kah..hi Ya.n.n.nt.ti ,”kata ibu Supri meminta Anto menikahi saudara misannya Yanti.
     “Ya bu, Anto akan menikah dengan Yanti tapi ibu cepat sembuh agar bisa melihat Anto menikah,”Anto pun menuruti permintan ibunya yang kebetulan juga Anto mencintai Yanti begitu juga sebaliknya Yanti juga sangat mencintai Anto.
     Beberapa hari kemudian pernikahan Anto dan Yanti pun dilangsungkan dan disaksikan oleh ibunya yang hanya bisa terbaring  setelah beberapa minggu  kebahagian pernikahan Anto dan Yanti, ibunya pun berpulang kerahmatullah yang disaksikan isak tangis keluarga terutama Supri,Anto dan ayahnya tak berdaya melihat ibu dan istrinya sudah tiada.
     Supri pun berteriak berulang-ulang kali memanggil ibunyaa sambil menangis tersendat-sendat,”ibu.....ibu...ibuuuuuuu....”Supri pun jatuh terlentang di tanah pingsan.
Anto yang melihat keadaan adiknya  pun menangis dan pingsan,mereka tidak percaya kalau ibunya sudah meninggalkannya sedangkan ayah Supri hanya bisa menangis karena tidak mampu berbuat apa-apa lagi karena istrinya sudah meninggalkannya setelah Supri dan Anto sadar merkapun menangis histeris kembali berteriak memanggil ibunya dan beberapa kali pingsan kembali, karena tidak sanggup menerima kenyataan kalau ibunya sudah tiada ayahnya pun berusaha menguakat kan hati Supri dan Anto agar tabah menerima kenyataan ini,
     ”Sudahlah nak kita harus mengihklaskan ibu,biarkan ibu tenang di sana, ibu pasti tidak tenang disana kalau melihat kalian terus bersedih seperti ini,”
     “ tapi yah...... Supri tidak mau kehilangan ibu,”sambil menangis tersendat-sendat, begitu pula kata Anto tak mau kehilangan ibunya,
     “ya ayah tahu ayah juga tidak sanggup kehilangan ibu kalian tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa semuanya sudah kehendak Allah, ibu kalian juga pasti tidak ingin melihat kalian menangis kata ayah,” Supri menguatkan hati kedua anaknya.
Supri dan Anto pun ahkirnya sedikit demi sedikit bisa menerima kenyataan kalau ibunya sudah tiada. Pemakan diiringi dengan isak tangis dari kedua anak,suami dan keluarganya.
     Kini  Supri dan Anto harus menjalani hidup hanya dengan seorang ayah tanpa seorang ibu.Sejak itulah  kehidupan Supri mulai berubah menjadi orang yang pendiam, tidak banyak bicara, setiap hari menangis merindukan ibunya, bahkan ia sering sakit-sakitan dan  tidak mau makan seperti waktu ibunya sakit.
     ”Supri makan yaa....” kata ayah membujuk Supri.
     “Supri tidak mau makan..... Supri hanya mau ketemu ibu,”bantah Supri tidak mau makan.
Mendengar perkataan Supri seperti itu ayah Supri khawatir dengan keadaan anaknya. Sehingga apapun permintaan Supri,ayahnya dan Anto selalu menuruti kemauannya.
      Terkadang setiap hari Supri menangis di makam ibunya, Supri masih belum percya kalau ibunya sudah tiada, sementara Anto sudah mulai bisa menerima kenyataan.Anto berusaha meyakinkan adiknya kalau ibu mereka telah tiada dan Anto pun mengatakan pada adiknya
     “Ibu pasti tidak tenang meliahat keadaan Supri kalau Supri terus  seperti ini tiap hari dan ibu pasti bahagia disana kalau Supri juga bahagia.”
Sedikit demi sedikit akhirnya supri bisa sadar dan menerima kenyataan, kalau ibunya sudah meninnggal, sehinga Supri mau makan dan  masuk sekolah kembali seperti biasa, tetapi  di sekolah Supri sering menangis kalau teringat ibunya, sehingga teman baik Supri yang bernama Rahil selalu menghiburnya agar supri tidak hanyut dalam kesedihan.
     ”Nggak usah nangis lagi Supri.... kamu harus kuat menerima cobaan ini percayalah Supri, apa yang diberikan Allah kepada kita pasti itu yang terbaik menurut perkiraan Allah,”
     “tapi Rahil, aku sangat sayang ibuku aku belum siap kehilangan ibuku kata Supri,”
     “ya aku juga tahu Supri,semua orang pasti tidak mau kehilangan ibunya, tapi kamu harus tau kalau ibu kamu juga pasti sangat sedih  melihat anaknya seperti ini kamu harus tabah Supri dan ingat selalu ingat kepada allah.”
     “terimakasih Rahil, kamu sudah mengingatkan ku,”kata Supri sambil mengusap air matanya.
     “Sama-sama Supri..... kan sudah tugas ku untuk mengingatkan mu sebagai seorang sahabat .”
Setiap pulang sekolah Supri selalu singgah di makam ibunya untuk melepas kerinduan pada ibunya dan mendoakannya, tidak hanya itu,Supri juga menceritakan apa saja yang di alaminya setiap hari di Sekolah,seolah-olah seperti ibunya berada di sampingnya.
Supri duduk  di makam ibunya,bahkan terkadang Supri ketiduran disana.
      kakaknya yang melihat adiknya tertidur  lalu membangunkannya”Supri,.....Supri......... bangun,”
      Supri pun terbangun,”ya kak Supri ketiduran.”
     “Ayo pulang Supri,”sambil mengusap dan mebersihkan rambut Supri bekas tanah kuburan.
     Di perjalanan Supri bercerita pada kakanya,”Kak tadi Supri mimpi tentang  ibu di makam,
Ibu bilang ke Supri kalau ibu sayang Supri, kakak dan ayah, ibu juga menyuruh Supri agar tidak menangis dan membuat kakak dan ayah kawatir lagi”
     “Ya Supri.....memang ibu sangat sayang pada kita,” jawab Anto.
     “Tapi kenapa ibu meninggalkan kita, kalau ibu sayang kita semua kak???,tanya Supri dengan wajah sedih sambil menatap kakaknya.
      Anto pun menjawab “ini bukan salah ibu dek,semua sudah kehendak Allah,ibu juga pasti tidak mau meninggalkan kita semua karena ibu sayang kita.Walaupun ibu sudah meninggalkan kita semua tapi  ibu tetap hidup di hati kita semua,” sambil mengusap air matanya, Anto tak sadar telah menangis teringat ibunya.
     “Kakak nangis ya,” tanya Supri ikut bersedih melihat kakaknya yang sedih.
    ’’Nggak kok dek,” bantah Anto sambil berjalan pulang.
 Ketika sampai dirumah Anto dikejutkan oleh istrinya yang tergeletak pingsan di depan pintu rumah.Anto pun membawa istrinya kerumah sakit, sesampai dirumah sakit  Yanti diperiksa oleh dokter dan tak lama Yanti pun siuman kemudian dokter menjelaskan kenapa Yanti bisa pingsan, ternyata Yanti sedang mengandung.Setelah itu dokter mengijinkan istri Anto pulang
     Anto pun semakin menyayangi Yanti dan ia sangat senang istrinya hamil karena Anto ingin sekali punya anak setelah beberapa bulan kehamilan Yanti dan tiba saatnya untuk melahirkan Anto pun segera membawa istrinya kerumah sakit untuk melahirkan dan istri Anto pun langsung dibawa keruang persalinan Anto yang ditemani Supri dan ayahnya di luar takut dan kebingungan mendengar istrinya merintih kesakitan.Anto yang kebingungan  mondar-mandir di depan pintu persalinan.
     Tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan,Anto akhirnya sedikit bisa tenang dan kemudian dokter pun keluar dari ruang persalinan dan mengijinkan Anto untuk melihat istri dan anaknya, Anto sangat bahagia dengan kelahiran anak perempuannya begitu pula dengan Supri dan ayahnya.Istri Anto kemudian di izinkan pulang oleh dokter Anto pun membawa istrinya pulang.Kelahiran anak Anto seperti setitik kebahagiaan buat Anto dan ayahnya terutama buat Supri karena Supri tidak kesempian lagi karena kehadiran  keponakannya. Supri selalu menghibur diri dengan menemani keponakannya.
     Sesekali waktu Supri pergi ke makam ibunya menceritakan kalau ibunya sekarang sudah punya cucu Supri berkata di depan makam ibunya sambil bercucuran air mata,
     ’’bu.....ibu sekarang ibu punya cucu dia cantik sekali, coba ibu sekarang masih ada disini pasti Supri sangat bahagia.”  
     Karena hari sudah mulai gelap Supri pun pulang.Sudah hampir setahun ibu Supri meninggal.Supri kembali sedih ketika menjalani indahnya bulan Ramadhan  tanpa seorang ibu.Supri selalu menangis kalau sedang sahur dan bebuka puasa karena Supri selalu teringat ketika puasa tahun kemarin ibunya masih ada di sampingnya.
Ketika tiba saat Hari Raya semua orang bahagia, tapi buat Supri hanya kesedihanlah yang menyelimuti hatinya, di saat teman-teman Supri yang bahagia bersama keluarganya di rumah, tapi lain halnya dengan Supri yang hanya menghabiskan waktunya di makam ibunya untuk meminta maaf seraya menangis di makam ibunya, Supri begitu sangat ingin ditemani ibunya saat merayakan hari raya idul fitri sperti teman-temannya yang bisa mencium tangan ibunya dan meminta maaf, Supri begitu ingin Seperti itu hingga tak kuat menahan kerinduan pada ibunya Supri menangis sampai pingsan di makam  ibunya.
Anto dan ayahnya yang hendak bersilaturahmi ke makam ibu dan istrinya dari jauh Anto dan ayahnya melihat Supri pingsan disamping makam ibunya,Anto dan ayahnya pun berlari ke makam.
     Anto segera membawa adiknya pulang dan tak lama Supri pun sadar,kakanya pun mengambilkan segelas air,’’Supri minum airnya dulu, biar Supri baikan,” seraya Anto memberi Supri minum.
     Tiba-tiba Supri langsung memeluk kakaknya dan berkata,’’Supri kangen ibu kak sambil menangis, kakak juga dek,” kata Anto yang juga menangis.
      Anto kemudian mengambilkan adiknya makanan dan menyuapinya, Anto yang begitu sangat menyangi adiknya, tak lama Anto menyuapi adiknya Yanti pun memanggil meminta Anto mengambilkan air minum dan makanan buat anaknya.Entah kenapa Supri dan Yanti sering bertengkar karena melihat sifat Yanti yang semakin manja setelah ia punya anak,Yanti sering memerintah Anto bahkan Yanti juga tidak mau mengerjakan pekerjaan ibu rumah tangga, itu yang membuat Supri  kesal  padaYanti karena Anto tidak berani memarahi istrinya sehingga terkadang Supri sering memberitahu kepada Anto agar menyuruh istrinya mengerjakan pekerjaan rumah Anto hanya menggangguk suruhan adiknya tanpa memberitahu Yanti, karena itu Supri langsung memberitahu Yanti tapi yanti selalu marah kepada Anto agar mengajarkan adiknya menghormati orang yang lebih dewasa Anto hanya mengiyakan saja tanpa memarahi adiknya karena Anto tidak  mau melihat adiknya kembali sedih dan sakit kembali.Sehinga hal itulah yang membuat Yanti marah kepada Anto karena tidak bisa keras pada adiknya Anto yang selalu sabar malah memarahi istrinya sehinga Anto  dan Yanti bertengkar hebat hingga tengah malam karena tidak tahan mendengar istrinya marah Anto pun pergi dan sebelum dia pergi Yanti bertanya,’’Kamu mau kemana?”
     “aku mau mati” jawab Anto. Yanti  yang tidak menghiraukan perkataan suaminya dan membiarkan suaminya pergi begitu saja.
      Sebelum Anto berangkat Anto membangunkan adiknya,’’Dek kakak pergi dulu ya,maafin kakak ya dan jagain ayah ya,”
     Supri yang heran kenapa kakaknya bekata seperti itu tumben sekali, lalu bertanya,’’Kakak mau kemana?”
     “kakak mau ketemu ibu, nanti kakak salamin sama ibu kalau supri kangen pada ibu,” kata Anto dengan serius.
     Perasaan Supri pun tidak enak ia lalu berlari mengejar kakaknya yang belum jauh sambil memeluk Anto dan berkata,’’Jangan tinggalin Supri kak,”
     Anto menjawab,“kakak selalu ada di hati Supri seperti ibu yang selalu ada di hati Supri,kakak dan ayah.”Supri pun membiarkan kakaknya  pergi sambil melihat langkah demi langkah kakaknya, Supri seperti merasa kalau itu adalah terakhir dia melihat kakaknya,Supri kemudian kembali kamar dan ia tidak bisa tidur mengingat perkataan kakaknya namun lama kelamaan  Supri pun tertidur.
Istri Anto terbangun hendak menganbil gelas untuk minum ketika mengambil gelas tersebut tiba-tiba jatuh dan pecah Yanti pun terkejut dan jantungnya berdebar-debar dengan kencang, perasaan Yanti pun tidak enak dan ia kepikiran dengan suaminya takut terjadi seuatu pada suaminya, apa lagi mereka habis berengkar dan Yanti mengingat perkataan suaminya ia pun semakin takut kalau terjadi sesuatu pada suaminya tak lama kemudian datangnlah seorang tetangganya pak Radi mengentuk pintu membangunkan ayah Supri,ia membukakan pintu dan pak Radi berkata dengan gugup dan tak tega,’’Pak Supri..... anak mu,”
     “anak saya kenapa...kenapa,” jawab ayah Supri,
     Pak Radi kemudian menjelaskan kalau Anto kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit mendegar  hal tersebut Yanti langsung pingsan dan ayah Supri kemudian membawa Yanti ketempat tidur, kemudian ayah Supri pun langsung pergi kerumah sakit bersama pak Radi.
      Sesampai dirumah sakit ayah Supri menanyakan keadaan anaknya pada dokter dan dokter memberitahu kalau Anto koma,ayah Supri terkejut mendengar kalau anaknya koma hingga tak lama Anto menghembuskan nafas terakhirnya ayah Supri langsung jatuh lemas tak berdaya mendengar kalau Anto telah meninggal dunia, mayat Anto lalu dibawa pulang oleh ambulans bersamaan dengan isak tangis ayahnya hingga sampai dirumah,Supri terbangun dan Yanti sadar dari pingsan. Supri heran kenapa ramai di luar rumahnya, Supri lalu keluar dan melihat kakak sudah terbaring tak bernyawa,Supri langsung pingsan dan lama tak sadarkan diri Yanti pun demikian sampai Yanti berteriak  lalu pingsan.Lama Supri dan Yanti pingsan kemudian mereka sadar lalu menangis,Yanti sangat menyesal ia tak menyangka bahwa suaminya meninggalkannya disaat Yanti habis bertengkar dengan Anto. Yanti merasa sangat bersalah karena sebab ia bertengkar Anto lalu pergi dan kecelakaan hingga meninggal.
     Supri sangat terpukul melihat kakaknya meninggalkannya hingga keesokan harinya Supri tidak bisa mengikuti ujian sekolah karena harus ke pemakaman  kakaknya.Anto kemudian di makamkan di dekat makam ibunya.Tangisan dari Supri istrinya Yanti dan ayahnya tak henti-hentinya seiring dengan di makamkannya Anto.Supri kembali menjadi anak yang pendiam sering sakit-sakitan seperti dulu waktu meninggal ibunya di tambah lagi dia kehilangan kakanya, sekarang Supri tidak ada tempat mengadu kecuali pada ayahnya,Supri semakin sayang pada ayahnya ia tidak mau terjadi sesuatu terjadi kepada ayah seperti apa yang menimpa ibu dan kakaknya.
     Tak lama setelah itu Supri masuk sekolah.Sepulang sekolah Supri selalu mampirdi makam ibu dan kakaknya untuk bercerita di makamnya seolah-olah mereka masih hidup dan Supri juga sering bercerita meluap kan isi hatinya betapa ia meridukan ibu dan kakaknya kepada teman-temannya  sampai ia menangis menceritakan bagaimana waktu ibu dan kakaknya waktu masih hidup.
     Sifat Supri mulai berubah semenjak berbagai cobaan yang telah melanda hidupnya sebenarnya ia ingin seperti dulu tapi apalah daya ia tidak mampu hanya kesedihanlah yang selalu menyelimuti hatinya.Ia tidak semangat untuk menjalani hidupnya,Supri menjadi anak yang banyak bicara berbeda dengan sebelumnya dia hanya diam walaupun diajak bicara oleh temanya,dan perasaan sangat sensitip tidak bisa teman atau ayahnya salah kata Supri selalu mengira menantanganya semakin hari sifat Supri semakin aneh seperti orang gila ayahnya sendiripun ingin di pukul.Melihat keadaan Supri seperti itu ayah supri pun tidak mengizinkannya membawa motor sehigga membuat Supri marah dan merasa kalau tidak dipercaya oleh ayahnya ia terpaksa berangkat sekolah dengan temannya di sekolah
     Saat mengerjakan soal ujian nasional ia sangat cepat menjawab soal hanya dalam hitungan menit dia selesai.Tingkah laku Supri semakin hari semakin terlihat seperti orang gila ia masuk ujian tidak memakai seragam sekolah dan selalu tidak menyelesaikan semua soal dan setelah keluar ia masuk ke ruang guru-guru dan bersalaman,tingkah laku Supri yang semakin hari seperti orang gila membuat ayah Supri khawatir dan terpaksa Supri harus dibawa ke rumah sakit jiwa sehingga ia tidak mengikuti hari terakhir ujian nasional.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar