Kamis, 07 Desember 2017

PRE PLANNING HIV

Meri Vari"ah
  1. Latar Belakang
Dengan meningkatnya jumlah kasus infeksi HIV khususnya pada kelompok pengguna napza suntik, pekerja seks dan pasangan, serta waria dibeberapa propinsi di Indonesia pada saat ini, maka kemungkinan terjadinya risiko penyebaran infeksi HIV ke masyarakat umum tidak dapat diabaikan. Kebanyakan dari mereka yang berisiko tertular HIV tidak mengetahui akan status HIV mereka, apakah sudah terinfeksi atau belum.
Di Indonesia data yang tercatat oleh Departemen Kesehatan RI sejak tahun 2005 sampi September 2015 terdapat kasus HIV sebanyak 184.929 kaus yang di dapat dari layanan konseling dan tes HIV . Jumlah kasus HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta sebanyak 38.464 kasus, Jawa Timur 24.104 kasus, Papua 20.147 kasus, Jawa Barat 17.075 kasus dan Jawa Tengah 12.267 kasus HIV/AIDS.
Melihat tingginya prevalensi di atas maka masalah HIV/AIDS saat ini bukan hanya masalah kesehatan dari penyakit menular semata, tetapi sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sangat luas.Oleh karena itu penanganan tidak hanya dari segi medis tetapi juga dari psikososial  dengan berdasarkan pendekatan kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan primer, sekunder, dan tertier. Salah satu upaya tersebut adalah deteksi dini untuk mengetahui status seseorang sudah terinfeksi HIV atau belum melalui konseling dan testing HIV/AIDS sukarela, bukan dipaksa atau diwajibkan. Mengetahui status HIV lebih dini memungkinkan pemanfaatan layanan-layanan terkait dengan pencegahan,perawatan, dukungan, dan pengobatan sehingga konseling dan testing HIV/AIDS secara sukarela merupakan pintu masuk semua layanan tersebut di atas.
 Perubahan perilaku seseorang dari berisiko menjadi kurang berisiko terhadap kemunginan tertular HIV memerlukan bantun perubahan emosional dan pengetahuan dalam suatu proses yang mendorong nurani dan logika. Konseling merupakan salah satu pendekatan yang perlu dikembangkan untuk mengelola kejiwaan dan proses menggunakan pikiran secara mandiri. Layanan konseling dan testing HIV/AIDS sukarela dapat dilakukan di sarana kesehatan dan sarana kesehatan lainnya, yang dapat diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat.

B.     Tujuan
1.      Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang VCT pada pasien HIV dan AIDS diharapkan pasien dan masyarakat dengan HIV/AIDS di Grobogan mengetahui tentang pentingnya melakukan VCT
2.      Tujuan Khusus
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang VCT  selama 30 menit diharapkan pasien dan Masyarakat dengan HIV/AIDS di Grobogan mampu:
a.       Memahami pengertian VCT.
b.      Memahami tujuan melakuakan VCT
c.       Memahami prinsip VCT
d.      Memahami tahapan layana VCT
e.       Memahami

  1. Metode Pelaksanaan
1.      Ceramah
2.      Tanya Jawab
          D.    Sasaran dan Target
           Sasaran            : Masyarakat dengan HIV/AIDS di Grobogan
           Target              : pasien
    E.     Strategi Pelaksanaan
            Pelaksanaan penyuluhan akan dilaksanakan pada :
1.      Hari / Tanggal       : Selasa,
2.      Waktu                   : Pagi, 08.00 – selesai
3.      Tempat                  : Balai Desa Grobogan
          F.     Media dan Alat Bantu
1.      Leaflet
2.      Lembar Balik
          G.    Pengorganisasian dan Uraian Tugas
1. Pengorganisasian
a.       Moderator          : .......................
b.      Penyaji                :   ....................
1)     ..............................
2)      ............................
3)      .......................
c.       Fasilitator           :
1)      ........................
2)      .........................
d.      Observer             :
1)      ...........................
2)      ..........................
2. Waktu                       : ..........................
      H. Susunan Acara
1.      Pembukaan / sambutan
2.      Penyajian materi
3.      Tanya jawab
4.      Penutup
             I.      Kegiatan

Tahap

Kegiatan Penyaji

Kegiatan Keluarga
Metode Penyuluhan dan Media
Prainteraksi (5menit)
1.  Memberikan salam
2.  Memperkenalkan diri

3.  Menjelaskan tujuan



4.  Kontak waktu (30 menit)



5.  Apersepsi dengan menggali pengetahuan yang dimiliki pasien dan keluarga mengenai Tuberkulosis
1. Menjawab salam
2. Mendengarkan dan memperhatikan
3. Mendengarkan dan memperhatikan

4. Mendengarkan dan menyetujui

5. Menjawab pertanyaan
Ceramah

Interaksi
(15 menit)
1.       Menjelaskan pengertian penyakit Tuberkulosis
2.       Menjelaskan penyebab Tuberkulosis
3.       Menyebutkan tanda dan gejala Tuberkulosis
4.       Menjelaskan penularan Tuberkulosis.
5.       Menjelaskan komplikasi Tuberkulosis.
6.       Menjelaskan pencegahan penularan Tuberkulosis
7.       Menjelaskan pengobatan Tuberkulosis
8.       Menjelaskan cara menghindari Tuberkulosis
9.       Mendemostrasikan cara membuang dahak yang baik dan benar
10.   Memberikan kesempatan pasien dan keluarga untuk bertanya
11.   Menjelaskan kembali hal yang belum dimengerti
1.Mendengarkan dan memperhatikan
2.Mendengarkan dan memperhatikan
3.Mendengarkan dan memperhatikan
4.Mendengarkan dan memperhatikan
5.Mendengarkan dan memperhatikan
6.Mendengarkan dan memperhatikan

7.Mendengarkan dan memperhatikan

8.Mendengarkan dan memperhatikan
9.Mendemontrasikan cara membuang dahak yang baik dan benar
10.  Bertanya


11.  Mendengarkan  dan memperhatikan

Lembar Balik dan Leaflet
Ceramah
Terminasi (10 menit)
1.  Melakukan evaluasi
2.  Memberikan reword

3.  Menyimpulkan
4.  Rencana tindak lanjut
5.  Salam penutup
1.Mendengarkan
2.Mendengarkan dan menjawab
3.Mendengarkan dan memperhatikan
4.Mendengarkan dan memperhatikan
5.Menjawab salam
Ceramah
Kriteria Evaluasi

1.       Evaluasi Struktur
NO
EVALUASI
ADA
TIDAK
1
Sebelum acara pendidikan kesehatan dimulai pre planning sudah disiapkan
Penyampaian materi siap memberikan pendidikan kesehatan Kontrak waktu telah disepakati


2
Tempat dan media pendidikan kesehatan sudah siap sebelum acara dimulai


3
Tempat sesuai dengan mencakup persiapan masyarakat, persiapan tempat, persiapan media dan persiapan perawat


5
Kontrak waktu telah disepakati



2.      Evaluasi Proses
NO
EVALUASI
ADA
TIDAK
1
Penyaji sesuai dengan perannya


2
Penyuluhan berlangsung sesuai dengan jadwal dan waktu yang telah ditentukan


3
Ada tanya jawab/ diskusi/ feed back


4
Media dapat digunakan secara efektif


5
Sasaran  dapat menerima materi pendidikan kesehatan yang disampaikan






3.      Evaluasi Hasil
NO
PERTANYAAN
JAWABAN
BENAR
SALAH
1
Apa pengertian dari Tuberkulosis
Tuberculosis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan basil Mikrobacterium tuberculosis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan


2
Sebutkan gejala Tuberkulosis
Dapat menyebutkan 4 dari 8 gejala
1.      Batuk berdahak selama 2 minggu secara terus menerus
2.      Demam/ meriang
3.      Sesak nafas
4.      Nyeri dada
5.      Berkeringat tanpa sebab pada malam hari
6.      Mudah lelah
7.      Nafsu makan berkurang
8.      Berat badan menurun



3
Dengan cara apakah Tuberkulosis menular
Melalui udara yang mengandung kuman TB




4
Sebutkan beberapa gaya hidup sehat tanpa Tuberkulosis
1.      Menjalankan kehidupan pribadi sehat seperti tidak merokok
2.      Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergizi seimbang
3.      Menjalankan hidup sehat di lingkungan yang sehat seperti tinggal dirumah yang cukup mendapatkan sinar matahari dan mempunyai sirkulasi udara yang baik
Agar rumah mendapatkan sinar matahari dan udara yang cukup, bukalah jendela pada pagi hari secara teratur, serta menjemur kasur atau tikar secara teratur agar tidak lembab




Standar Evaluasi Akhir
                                    Sangat berhasil            : Jika jawaban benar > 3
                                    Berhasil                       : Jika jawaban benar 3
                                    Tidak berhasil              : Jika jawaban benar < 3
TINJAUAN TEORI
  1.  Pengertian VCT (Voluntary Counseling Test)
Konseling dalam VCT (Voluntary Counseling Test) adalah kegiatan konseling yang menyediakan dukungan psikologis, informasi dan pengetahuan HIV/AIDS, mencegah penularan HIV, mempromosikan perubahan perilaku yang bertanggungjawab, pengobatan antiretroviral (ARV) dan memastikan pemecahan berbagai masalah terkait dengan HIV/AIDS yang bertujuan untuk perubahan perilaku ke arah perilaku lebih sehat dan lebih aman (Pedoman Pelayanan VCT, 2006).
     B.      Tujuan Melakuakan Vct
  1.  Tanda Dan Gejala Tuberkulosis
  2.     Penularan Tuberkulosis
  3.  Pencegahan Penularan Tuberkulosis
  4. Pengobatan Tuberkulosis
  5. Cara Menghindari tuberculosis
DAFTAR PUSTAKA

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 2008.
Kuncara, H.Y, dkk. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddart. EGC : Jakarta.
Marjory, Gordon, dkk. 2001. Nursing Diagnoses: Definition & Classification 2001-2002. NANDA
Mansjoer, Arif. 2008. Penyakit Dalam. Jakarta:Falkutas Kedokteran Universitas Indonesia
Parry CM, Hien TT, Dougan G, White NJ. Tuberkulosis fever. N Engl J Med 2002; 347(22): 1770-1782
Barbara, C.L. 1996. Perawatan Medikal Bedah (suatu pendekatan proses keperawatan)    Bandung
Doengoes, M. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Smeltzer and Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Buku Kedokteran EGC








Tidak ada komentar:

Posting Komentar