Meri Vari"ah
- Latar Belakang
Dengan meningkatnya jumlah kasus infeksi
HIV khususnya pada kelompok pengguna napza suntik, pekerja seks dan pasangan,
serta waria dibeberapa propinsi di Indonesia pada saat ini, maka kemungkinan
terjadinya risiko penyebaran infeksi HIV ke masyarakat umum tidak dapat
diabaikan. Kebanyakan dari mereka yang berisiko tertular HIV tidak mengetahui
akan status HIV mereka, apakah sudah terinfeksi atau belum.
Di Indonesia data yang tercatat oleh
Departemen Kesehatan RI sejak tahun 2005 sampi September 2015 terdapat kasus
HIV sebanyak 184.929 kaus yang di dapat dari layanan konseling dan tes HIV .
Jumlah kasus HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta sebanyak 38.464 kasus, Jawa
Timur 24.104 kasus, Papua 20.147 kasus, Jawa Barat 17.075 kasus dan Jawa Tengah
12.267 kasus HIV/AIDS.
Melihat tingginya prevalensi di atas
maka masalah HIV/AIDS saat ini bukan hanya masalah kesehatan dari penyakit
menular semata, tetapi sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sangat
luas.Oleh karena itu penanganan tidak hanya dari segi medis tetapi juga dari
psikososial dengan berdasarkan pendekatan
kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan primer, sekunder, dan tertier.
Salah satu upaya tersebut adalah deteksi dini untuk mengetahui status seseorang
sudah terinfeksi HIV atau belum melalui konseling dan testing HIV/AIDS sukarela,
bukan dipaksa atau diwajibkan. Mengetahui status HIV lebih dini memungkinkan pemanfaatan
layanan-layanan terkait dengan pencegahan,perawatan, dukungan, dan pengobatan
sehingga konseling dan testing HIV/AIDS secara sukarela merupakan pintu masuk
semua layanan tersebut di atas.
Perubahan perilaku seseorang dari berisiko
menjadi kurang berisiko terhadap kemunginan tertular HIV memerlukan bantun perubahan
emosional dan pengetahuan dalam suatu proses yang mendorong nurani dan logika. Konseling
merupakan salah satu pendekatan yang perlu dikembangkan untuk mengelola
kejiwaan dan proses menggunakan pikiran secara mandiri. Layanan konseling dan testing
HIV/AIDS sukarela dapat dilakukan di sarana kesehatan dan sarana kesehatan
lainnya, yang dapat diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat.
B.
Tujuan
1. Tujuan
Umum
Setelah dilakukan pendidikan
kesehatan tentang VCT pada pasien HIV dan AIDS diharapkan pasien dan masyarakat
dengan HIV/AIDS di Grobogan mengetahui tentang pentingnya melakukan VCT
2. Tujuan
Khusus
Setelah dilakukan
pendidikan kesehatan tentang VCT selama
30 menit diharapkan pasien dan Masyarakat dengan HIV/AIDS di Grobogan mampu:
a. Memahami
pengertian VCT.
b. Memahami tujuan melakuakan VCT
c. Memahami prinsip VCT
d. Memahami tahapan layana VCT
e. Memahami
- Metode
Pelaksanaan
1.
Ceramah
2.
Tanya Jawab
D.
Sasaran dan Target
Sasaran :
Masyarakat
dengan HIV/AIDS di Grobogan
Target :
pasien
E.
Strategi Pelaksanaan
Pelaksanaan penyuluhan akan dilaksanakan pada :
1.
Hari / Tanggal : Selasa,
2.
Waktu : Pagi, 08.00 – selesai
3.
Tempat : Balai Desa Grobogan
F.
Media dan Alat Bantu
1.
Leaflet
2.
Lembar Balik
G.
Pengorganisasian dan Uraian Tugas
1. Pengorganisasian
a. Moderator
: .......................
b. Penyaji
: ....................
1) ..............................
2) ............................
3) .......................
c. Fasilitator
:
1) ........................
2) .........................
d. Observer
:
1) ...........................
2) ..........................
2. Waktu : ..........................
H. Susunan
Acara
1.
Pembukaan /
sambutan
2.
Penyajian materi
3.
Tanya jawab
4.
Penutup
I.
Kegiatan
|
Tahap
|
Kegiatan Penyaji
|
Kegiatan Keluarga
|
Metode Penyuluhan dan Media
|
|
Prainteraksi
(5menit)
|
1. Memberikan salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan
4. Kontak waktu (30 menit)
5. Apersepsi dengan menggali pengetahuan
yang dimiliki pasien dan keluarga mengenai Tuberkulosis
|
1. Menjawab salam
2. Mendengarkan dan memperhatikan
3. Mendengarkan dan memperhatikan
4. Mendengarkan dan menyetujui
5. Menjawab pertanyaan
|
Ceramah
|
|
Interaksi
(15
menit)
|
1. Menjelaskan pengertian penyakit Tuberkulosis
2. Menjelaskan penyebab Tuberkulosis
3. Menyebutkan tanda dan gejala Tuberkulosis
4. Menjelaskan penularan Tuberkulosis.
5. Menjelaskan komplikasi Tuberkulosis.
6. Menjelaskan pencegahan penularan
Tuberkulosis
7. Menjelaskan pengobatan
Tuberkulosis
8. Menjelaskan cara menghindari Tuberkulosis
9. Mendemostrasikan cara membuang
dahak yang baik dan benar
10. Memberikan kesempatan pasien dan
keluarga untuk bertanya
11. Menjelaskan kembali hal yang belum
dimengerti
|
1.Mendengarkan
dan memperhatikan
2.Mendengarkan
dan memperhatikan
3.Mendengarkan
dan memperhatikan
4.Mendengarkan
dan memperhatikan
5.Mendengarkan
dan memperhatikan
6.Mendengarkan
dan memperhatikan
7.Mendengarkan
dan memperhatikan
8.Mendengarkan
dan memperhatikan
9.Mendemontrasikan
cara membuang dahak yang baik dan benar
10. Bertanya
11. Mendengarkan dan memperhatikan
|
Lembar
Balik dan Leaflet
Ceramah
|
|
Terminasi
(10 menit)
|
1. Melakukan evaluasi
2. Memberikan reword
3. Menyimpulkan
4. Rencana tindak lanjut
5. Salam penutup
|
1.Mendengarkan
2.Mendengarkan
dan menjawab
3.Mendengarkan
dan memperhatikan
4.Mendengarkan
dan memperhatikan
5.Menjawab
salam
|
Ceramah
|
1.
Evaluasi Struktur
|
NO
|
EVALUASI
|
ADA
|
TIDAK
|
|
1
|
Sebelum acara pendidikan kesehatan
dimulai pre planning sudah disiapkan
Penyampaian materi siap memberikan
pendidikan kesehatan Kontrak waktu telah disepakati
|
|
|
|
2
|
Tempat dan media pendidikan kesehatan
sudah siap sebelum acara dimulai
|
|
|
|
3
|
Tempat sesuai dengan mencakup
persiapan masyarakat, persiapan tempat, persiapan media dan persiapan perawat
|
|
|
|
5
|
Kontrak waktu telah disepakati
|
|
|
2.
Evaluasi Proses
|
NO
|
EVALUASI
|
ADA
|
TIDAK
|
|
1
|
Penyaji sesuai dengan perannya
|
|
|
|
2
|
Penyuluhan berlangsung sesuai dengan
jadwal dan waktu yang telah ditentukan
|
|
|
|
3
|
Ada tanya jawab/ diskusi/ feed back
|
|
|
|
4
|
Media dapat digunakan secara efektif
|
|
|
|
5
|
Sasaran dapat menerima materi pendidikan kesehatan
yang disampaikan
|
|
|
3.
Evaluasi Hasil
|
NO
|
PERTANYAAN
|
JAWABAN
|
BENAR
|
SALAH
|
|
1
|
Apa
pengertian dari Tuberkulosis
|
Tuberculosis paru adalah suatu
penyakit menular yang disebabkan basil Mikrobacterium tuberculosis yang
merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan
|
|
|
|
2
|
Sebutkan
gejala Tuberkulosis
|
Dapat menyebutkan 4 dari 8 gejala
1. Batuk berdahak selama 2 minggu
secara terus menerus
2. Demam/ meriang
3. Sesak nafas
4. Nyeri dada
5. Berkeringat tanpa sebab pada malam
hari
6. Mudah lelah
7. Nafsu makan berkurang
8. Berat badan menurun
|
|
|
|
3
|
Dengan
cara apakah Tuberkulosis menular
|
Melalui
udara yang mengandung kuman TB
|
|
|
|
4
|
Sebutkan
beberapa gaya hidup sehat tanpa Tuberkulosis
|
1. Menjalankan kehidupan pribadi
sehat seperti tidak merokok
2. Meningkatkan daya tahan tubuh
dengan makan makanan yang bergizi seimbang
3. Menjalankan hidup sehat di
lingkungan yang sehat seperti tinggal dirumah yang cukup mendapatkan sinar
matahari dan mempunyai sirkulasi udara yang baik
Agar rumah mendapatkan sinar
matahari dan udara yang cukup, bukalah jendela pada pagi hari secara teratur,
serta menjemur kasur atau tikar secara teratur agar tidak lembab
|
|
|
Standar Evaluasi Akhir
Sangat
berhasil : Jika jawaban benar
> 3
Berhasil : Jika jawaban benar 3
Tidak
berhasil : Jika jawaban benar
< 3
TINJAUAN TEORI
- Pengertian VCT (Voluntary
Counseling Test)
Konseling
dalam VCT (Voluntary Counseling Test) adalah kegiatan konseling yang
menyediakan dukungan psikologis, informasi dan pengetahuan HIV/AIDS, mencegah
penularan HIV, mempromosikan perubahan perilaku yang bertanggungjawab,
pengobatan antiretroviral (ARV) dan memastikan pemecahan berbagai masalah terkait
dengan HIV/AIDS yang bertujuan untuk perubahan perilaku ke arah perilaku lebih
sehat dan lebih aman (Pedoman Pelayanan VCT, 2006).
- Tanda Dan Gejala Tuberkulosis
- Penularan Tuberkulosis
- Pencegahan Penularan Tuberkulosis
- Pengobatan Tuberkulosis
- Cara Menghindari tuberculosis
DAFTAR PUSTAKA
Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta:
Departemen Kesehatan RI, 2008.
Kuncara, H.Y, dkk. 2002. Buku Ajar Keperawatan
Medikal-Bedah Brunner & Suddart. EGC : Jakarta.
Marjory,
Gordon, dkk. 2001. Nursing Diagnoses: Definition & Classification
2001-2002. NANDA
Mansjoer, Arif. 2008. Penyakit Dalam. Jakarta:Falkutas Kedokteran Universitas Indonesia
Parry
CM, Hien TT, Dougan G, White NJ. Tuberkulosis fever. N Engl J Med 2002;
347(22): 1770-1782
Barbara, C.L. 1996. Perawatan Medikal Bedah (suatu
pendekatan proses keperawatan) Bandung
Doengoes, M. Rencana Asuhan Keperawatan.
Edisi 3. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Smeltzer and Bare. 2002. Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Buku Kedokteran EGC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar