Senin, 04 Desember 2017

KEPERAWATAN ANAK PADA PENYAKIT BERAT BADAN BAYI LAHIR RENDAH ( BBLR)



LAPORAN PENDAHULUAN

KEPERAWATAN ANAK PADA PENYAKIT
BERAT BADAN BAYI LAHIR RENDAH ( BBLR)



           A.     Pengertian
                 Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang BB < 2.500 gram      (sampai   dengan 2.499 gram). BBLR dapt dibagi menjadi 2 golongan
1.      Prematur murni.
Masa gestasi kurang dari 37 minggu dan BB sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi itu atau biasa disebut neonatus kurang bulan sesuai untuk masa kehamilan (NKB- SMK).
2.      Dismaturitas
Bayi lahir dengan BB kurang dari BB seharusnya untuk masa gestasi itu, berarti bayi mengalami retardasi pertumbuhan intra uterin dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilannya. (KMK).
B.     Etiologi
1.Faktor Ibu
a.       Penyakit, penyakit yang berhubungan langsung dengan pasien misalnya perdarahan antepartum, trauma fisik dan psikologis, DM, toksemia gravidarum, dan nefritis akut.
b.      Usia ibu, angka kejadian prematuritas tertinggi ialah pada usia < 20 tahun, dan multi gravida yang jarak kelahiran terlalu dekat. Kejadian terendah ialah pada usia antara 26-35 tahun.
c.       Keadaan sosial ekonomi, keadaan ini sangat berperan terhadap timbulnya prematuritas. Kejadian tertinggi teradapat pada golongan social ekonomi rendah. Hal ini disebabkan oleh keadaan gizi yang kurang baik dan pengawasan antenatal yang kurang. Demikian pula kejadian prematuritas pada bayi yang lahir dari perkawinan yang tidak sah, ternyata lebih tinggi bila dibandingakan dengan bayi yang lahir perkawinan yang sah.
d.        Sebab lain, karena ibu merokok, ibu peminum alkohol dan pecandu obat narkotik.
2.  Faktor Janin
a. Faktor janin diantaranya hidramnion, kehamilan ganda dan kelainan kromosom
3. Faktor Lingkungan
            a. Faktor lingkungan di antaranya tempat tinggal di dataran tinggi radiasi dan zat-zat tertentu.
   C.    Patofisiologi
Semakin kecil dan semakin prematur bayi, maka akan semakin tinggi risiko gizinya. Beberapa faktor yang memberikan efek pada masalah gizi;
  1. Menurunnya simpanan zat gizi, cadangan makanan di dalam tubuh sedikit. Hampir semua lemak, glikogen, dan mineral seperti zat besi, kalsium, fosfor, dan seng dideposit selama 8 minggu terakhir kehamilan.
  2. Meningkatnya kebutuhan energi dan nutrien untuk pretumbuhan dibandingkan BBLC.
  3. Belum matangnya fungsi mekanis dari saluran pencernaan. Koordinasi antara reflek hisap dan menelan, dengan penutupan epiglotis untuk mencegah aspirasi pneoumonia belum berkembang denan baik sampai kehamilan 32 – 34 minggu. Penundaan pengosongan lambung atau buruknya motilitas usus sering terjadi pada bayi preterm.
Kurangnya kemampuan untuk mencerna makanan, pada bayi preterm mempunyia lebih sedikit simpanan garam empedu, yang diperlukan untuk mencerna dan mengabsorbsi lemak dibandingkan dengan bayi aterm. Produksi amilase pankreas dan lipase, yaitu enzim yang terlibat dalam pencernaan lemak dan karbohidrat juga menurun. Begitu pula kadar laktose (enzim yang diperlukan untuk mencerna susu) juga sampai sekitar kehamilan 34 minggu.
Paru yang belum matang dengan peningkatan kerja nafas dan kebutuhan kalori yang meningkat. Masalah pernafasan juga akan mengganggu makanan secara oral. Potensial untuk kehilangn panas akibat permukaan tubuh dibanding dengan BB dan sedikitnya jaringan lemak di bawah kulit. Kehilangan panas ini akan meningkatkan kebutuhan akan kalori. 
D.     Manifestasi klinik
               1.       Bayi Premature
a)   BB < 2500 gr
b)   PB < 45 cm
c)   LD < 30 cm
d)  LK < 33 cm
e)   Kepala > badan
f)        Kulit tipis transparan, lanugo banyak
g)   Ubun-ubun dan sutura lebar
h)   Genetalia immature
i)        Rambut halus, tipis, teranyam
j)        Elastisitas daun telinga kurang
k)   Tangis lemah
2.  Bayi KMK, dibagi dalam stadium :
-   I       =  Kurus relatif lebih panjang, kulit tipis & kering
-  II       =  I + warna kehijauan pada kulit, plasenta, umbilicus
-  III     =  I + warna kuning pada kulit, kuku dan tali pusat
manifestasi klinik bayi premature
       a)        Reflek moro (memeluk) (+), reflek menghisap, menelan, batuk belum sempurna
       b)      Bila lapar, menangis, gelisah, aktifitas bertambah, bila dalam 3 hari hal ini tidak tampak bayi              menderita infeksi / perdarahan intrakarnial
       c)       Nafas belum teratur
       d)       Pembuluh darah kulit diperut terlihat banyak
       e)        Jaringan mamae belum sempurna, putting susu belum terbentuk dengan baik
E. Pemeriksaan Penunjang
1.        Pemeriksaan glucose darah terhadap hipoglikemia.
2.        Pemantauan gas darah sesuai kebutuhan.
3.        Titer torch sesuai indikasi.
4.        Pemeriksaan kromosom sesuai indikasi.
5.        Pemantauan elektrolit.
6.        Pemeriksaan sinar X sesuai kebutuhan (mis : fhoto thorak)
F.    Penatalaksanaan bayi bblr
1.      Pengaturan Suhu
               Pertahankan dalam suhu 36,5 – 37 ºC
a)        Luas permukaan tubuh > BB Ô Peningkatan kehilangan cairan & panas tubuh melalui kulit
b)      Tipisnya lemak coklat (Brown Fat) Ôke-2 scapula
c)        Lemak subcutas tipis
d)      Letakkan pada tempat yang hangat (lampu), kering, dalam incubator, menunda memandikan bayi & gunakan metode kanguru.
2.      Nutrisi
a)       reflek menghisap dan menelan negatif
b)        Kapasitas lambung sedikit & enzim pencernaan (lipase) kurang
c)        Berikan ASI/PASI dengan dot/sendok sedikit demi sedikit ± 60 cc / Kg BB/ hari pada   hari I, dinaikkan setiap hari sampai 200 cc / Kg BB sehari pada minggu ke II
d)       Cadangan glikogen dalam hati sangat sedikit ®Hipoglikemia
e)       Perhatikan cara memberikan ASI/PASI dengan benar!!
f)       Lakukan pijat bayi  !!
g)      Bayi BBLR mudah terkena infeksi : Oleh sebab itu :
h)       Pisahkan bayi BBLR dengan bayi yang terinfeksi
i)         Cuci tangan sebelum & sesudah memegang bayi
j)         Jangan merawat bayi bila sedang menderita infeksi saluran nafas (gunakan masker)
k)      Bayi BBLR bila terjadi kesulitan bernafas :
l)         Cegah terjadi kedinginan dan infeksi
m)      Beri ASI/PASI sedikit demi sedikit & sesering mungkin
n)       Bila terjadi sesak lakukan. 
G. Diagnosa yang muncul
1.      ketidak efektifan pola nafas
2.      Risiko ketidakseimbangan temperatur tubuh
3.      Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
4.      Ketidakefektifan pola minum bayi
5.      Hipotermi
H. FOKUS INTERVENSI KEPERAWATAN

No
Diagnosa keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Rasional
1
Ketidak efektifan Pola nafas (0032)


NOC :
  Respiratory status : Ventilation
  Respiratory status : Airway patency
  Vital sign Status
Kriteria Hasil :
  Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips)
  Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal)
  Tanda Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, pernafasan)
NIC :
Airway Management
         Buka jalan nafas, guanakan teknik chin lift atau jaw thrust bila perlu
         Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi


         Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan
         Lakukan fisioterapi dada jika perlu
         Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
         Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
         Berikan bronkodilator bila perlu
         Berikan pelembab udara Kassa basah NaCl Lembab
         Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.
         Monitor respirasi dan status O2


Oxygen Therapy
  Bersihkan mulut, hidung dan secret trakea
  Pertahankan jalan nafas yang paten
  Atur peralatan oksigenasi

  Monitor aliran oksigen
  Pertahankan posisi pasien
  Onservasi adanya tanda tanda hipoventilasi
  Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi

Vital sign Monitoring
  • Monitor TD, nadi, suhu, dan RR
  • Catat adanya fluktuasi tekanan darah
  • Monitor VS saat pasien berbaring, duduk, atau berdiri
  • Auskultasi TD pada kedua lengan dan bandingkan
  • Monitor TD, nadi, RR, sebelum, selama, dan setelah aktivitas
  • Monitor kualitas dari nadi

  • Monitor frekuensi dan irama pernapasan
  • Monitor suara paru
  • Monitor pola pernapasan abnormal
  • Monitor suhu, warna, dan kelembaban kulit
  • Monitor sianosis perifer



     untuk mencegah adanya penyempitan jalan nafas.
     posisi ini menghasilkan perbaikan oksigenasi, pembrian makan ditoleransi dengan lebih baik, dan lebih mengatur pola tidur.
     Menentukan pentingnya pemasangan alat jalan nafas buatan

     Mengeluarkan sekret

     Membersihkan jalan nafas

     Mengevaluasi bersihan jalan nafas

     Mengencerkan sekret dan sputum
     Menjaga kelembaban udara pernafasan
     Mengghyindari dehidrasi

     Mengevaluasi keadaan pernafasan dan oksigenasi pasien


-     Menjaga kebersihan jalan nafas

-     Memastikan aliran oksigen

-     Terjangkau dan memudahkan tindakan perawat
-     Menjaga kepatenan pemberian
-     Membantu kepatenan jalan nafas
-     Mengetahui secara dini kelainan pernafasan
-     Mencegah kecemasan pasien terhadap tindakan


-    Memonitor keadaan umum pasien

-    Mengetahui keadaan tekanan darah dan keadaan
-    Mengetahui perbedaan dan perubahan tekanan darah
-    Mengevaluasi kepatenan pemeriksaan
-    Mengetahui pengaruh aktifitas terhadap vital sign

-    Mengetahui kemampuan jantung dalam memaompakan darah
-    Mengetahui keadaan pernafasan pasien
-    Mengetahui kelaianan pada paru
-    Mengetahui gangguan pernafasan pasien
-    Mengevaluasi oksigensai jaringan

-    Mengevaluasi oksigenasi jaringan perifer
2
Risiko ketidakseimbangan temperatur tubuh dingin/panas

NOC :
  Hydration
  Adherence Behavior
  Immune Status
  Infection status
  Risk control
  Risk detection
NIC :
Temperature Regulation (pengaturan suhu)
  Monitor suhu minimal tiap 2 jam
  Monitor TD, nadi, dan RR
  Monitor warna dan suhu kulit

  Monitor tanda-tanda hipertermi dan hipotermi
  Tingkatkan intake cairan dan nutrisi
  Ajarkan pada pasien cara mencegah keletihan akibat panas
  Beritahukan tentang indikasi terjadinya keletihan dan penanganan emergency yang diperlukan
  Berikan anti piretik jika perlu



-    Untuk memonitor suhu tbuh
-    Mengetahui keadaan umum pasien
-    Mengetahui keadaan suhu dengan visual kulit
-    Untuk mncegah dehidrasi evaporasi

-    Membantu mencegah keletihan pada pasien
-    Memberikan pemahaman kepada pasien




-    Menurunkan suhu tubuh.
3
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh (00002)

NOC :
  Nutritional Status :
  Nutritional Status : food and Fluid Intake
  Nutritional Status : nutrient Intake
  Weight control
Kriteria Hasil :
  Adanya peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan
  Beratbadan ideal sesuai dengan tinggi badan
  Mampumengidentifikasi kebutuhan nutrisi
  Tidk ada tanda tanda malnutrisi
  Menunjukkan peningkatan fungsi pengecapan dari menelan
  Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti
NIC :
Nutrition Management
  Berikan substansi gula

  Berikan makanan yang terpilih (sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi)
  Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
  Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi
  Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan



-          Mencegah dan mensuplay kalori
-          Mensuplai asupan gizi


-          Mengetahui masukan nutrisi pasien
-          Kelaurga mampu berperan serta aktif dalam keperawatan
-          Mengevaluasi masukan nutridsi
4
Ketidakefektifan pola minum bayi berhubungan dengan prematuritas

NOC :
         Breastfeeding Estabilshment : infant
         Knowledge : breastfeeding
         Breastfeeding Maintenance

Kriteria Hasil :
  Klien dapat menyusui dengan efektif
  Memverbalisasikan tehnik untk mengatasi masalah menyusui
  Bayi menandakan kepuasan menyusu
  Ibu menunjukkan harga diri yang positif dengan menyusui
NIC :
Breastfeeding assistance
  Fasilitasi kontak ibu dengan bayi seawal mungkin (maksimal 2 jam setelah lahir )
  Sediakan  kenyamanan dan privasi selama menyusui
  Monitor kemampuan bayi untuk menggapai putting
  Dorong ibu untuk tidak membatasi bayi menyusu
  Instruksikan perawatan putting untuk mencegah lecet
  Diskusikan penggunaan pompa ASI kalau bayi tidakmampu menyusu
  Dorong ibu untuk minum jika sudah merasa haus


-          Mengenalkan bayi kepada ibunya


-          Meningkatkan nyaman akan meningkatkan motivasi menyusui
-          Menentukan tindakan lanjutan bila bayi tidak bisa menyusui
-          Ibu mengetahui kebutuhan bayi menyusui
-          Meningkatkan kenyamanan bayi dan ibu dalam menyusui
-          Membantu mengeluarkan ASI


-          Mensuplai masukan cairan untuk memproduksi susu
5
Hipotermi berhubungan dengan paparan lingkungan dingin

NOC :
  Thermoregulation
  Thermoregulation : neonate
Kriteria Hasil :
  Suhu tubuh dalam rentang normal
  Nadi dan RR dalam rentang normal
NIC :
Temperature regulation
  Monitor suhu minimal tiap 2 jam
  Monitor TD, nadi, dan RR
  Monitor tanda-tanda hipertermi dan hipotermi
  Tingkatkan intake cairan dan nutrisi
  Selimuti pasien untuk mencegah hilangnya
  Ajarkan indikasi dari hipotermi dan penanganan yang diperlukan
  Berikan anti piretik jika perlu


-          Mengevaluasi suhu tubuh pasien
-          Mengetahui keadaan suhu pasien
-          Mengevaluasi sedini mungkin adanya kelaianan suhu
-          Mencegah kehilangan kehangatan lewat kulit




-          Menurunkan suhu tubuh


DAFTAR PUSTAKA
 Doenges M.E. at al., 1992,  Nursing Care Plans,  F.A. Davis Company, Philadelphia
             Donna L. Wong, 2004, Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik Edisi 4, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta
Hudak C.M., 1994,  Critical Care Nursing, Lippincort Company, Philadelphia.

              Kuncara, H.Y, dkk, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddarth, EGC, Jakarta

             Joane C. Mc. Closkey, Gloria M. Bulechek, 1996, Nursing Interventions Classification (NIC), Mosby Year-Book, St. Louis

          Marion Johnson, dkk, 2000, Nursing Outcome Classifications (NOC), Mosby Year-Book, St. Louis

         Marjory Gordon, dkk, 2001, Nursing Diagnoses: Definition & Classification 2001-2002,  NANDA
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar