Jumat, 09 Februari 2018

Profil Kabupaten Lombok Utara

logo lombok utara

oleh
 Sandi aprianto


             Merupakan Kabupaten Termuda di NTB memiliki luas 809,53 Km², dan secara geografis berada di Kaki Utara Gunung Rinjani. Daerah ini memiliki sejumlah objek Wisata yang cukup terkenal di Mancanegara, seperti Gili Terawangan, Air Terjun Sendang Gile Bayan, serta keindahan Danau Segare Anak yang ada di puncak Rinjani dll.
           Pada tahun 2010-2015, Kabupaten Lombok Utara dipimpin oleh Bupati, H. Djohan Sjamsu, S.H. dan Wakil Bupati Dr. H. Najmul Ahyar, SH, M.H. Masa kepemimpinan pasangan Johan-Najmul berakhir pada tanggal 2 Agustus 2015, sehingga Gubernur NTB, Dr. TGH. Zainul Majdi, M.A., berdasarkan kewenangannya, memutuskan untuk melantik Penjabat Bupati Kabupaten Lombok Utara. Tanggal 3 Agustus 2015, Kabupaten Lombok Utara dipimpin oleh Penjabat Bupati, yaitu Ashari, S.H. M.H., yang sebelumnya adalah Sekretaris DPRD Provinsi NTB.
         Pada tanggal 17 Februari 2016, Dr. H. Najmul Akhyar, S.H. M.H (Bupati) dan Sarifuddin, S.H. (Wakil Bupati) resmi dilantik oleh Gubernur NTB sebagai pasangan yang memimpin KLU Periode 2016-2021.
         Dengan diterbitkannya Undang Undang Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara, dilanjutkan dengan peresmian dan pelantikan Penjabat Bupati Lombok Utara pada tanggal 30 Desember 2008, menjadikan Kabupaten Lombok Utara sebagai Daerah Otonomi baru di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
         Kabupaten Lombok Utara menjadi salah satu dari 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang posisinya terletak di bagian utara pulau lombok dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
·         Sebelah Utara : Laut Jawa
·         Sebelah Barat : Selat Lombok Dan Kabupaten Lombok Barat
·         Sebelah Selatan : Kabupaten Lombok Barat Dan Kabupaten Lombok Tengah
·         Sebelah Timur : Kabupaten Lombok Timur
      Kabupaten Lombok Utara mempunyai luas wilayah daratan yakni seluas 809,53 Km², dan secara administrastif terbagi dalam 5 (lima) Kecamatan, 33 Desa dan 322 Dusun, yang mana Kecamatan Bayan memiliki luas wilayah terbesar dengan luas wilayah 329,10 Km² dan terkecil adalah Kecamatan Pemenang dengan luas wilayah 81,09 Km².
        Letak Kabupaten Lombok Utara sangat strategis yaitu terletak pada daerah tujuan pariwisata sedangkan jalur perhubungan laut dengan Selat Lombok sebagai jalur perhubungan laut yang semakin ramai, dari arah timur tengah untuk lalu lintas bahan bakar minyak dan dari Australia berupa mineral logam ke Asia Pasifik.
       Diwilayah Kabupaten Lombok Utara juga terdapat gugusan Pulau-pulau kecil yang cukup terkenal dengan wisata alam laut dan pantainya yakni Gili (pulau), Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan. Berdasarkan datay dari Badan Metereologi dan Geofisika (BMG), Kabupaten Lombok Utara tergolong daerah yang beriklim tropis dengan temperatur berkisar 23,1 derajat Celcius dengan temperatur tertinggi terjadi pada bulan Juli-Agustus 32,9 derajat celcius dan terendah pada bulan April yaitu 20,9 derajat celcius.
       Ditinjau dari keadaan geografisnya Kabupaten Lombok Utara terbagi menjadi: Daerah Pegunungan, yaitu gugusan pegunungan yang membentang dari Kecamatan Bayan sampai Kecamatan Pemenang. Gugusan pegunungan ini merupakan sumber air sungai yang mengalir ke wilayah-wilayah daratan dan bermuara di sepanjang pesisir pantai.
       Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lombok Utara tahun 2012, berada pada posisi 10 dari 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB, dengan Indeks Skor 61,37. Sebagai kabupaten yang baru, Pemerintah KLU tengah berupaya keras untuk meningkatkan IPM tersebut sehingga bisa bersaing dengan daerah lainnya.
     Dengan keterbatasan yang dimilikinya, KLU telah berhasil meraih predikat Peringkat 2 Nasional sebagai Daerah Otonomi Baru Terbaik di Indonesia.


Jumat, 22 Desember 2017

Sarana Berfikir Ilmiah


                                                         Sandi Aprianto
Sarana berfikir ilmiah merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh tanpa penguasaan sarana berpikir ilmiah kita tidak akan dapat melaksanakan kegiatan berpikir ilmiah yang baik. Mempunyai metode tersendiri yang berbeda dengan metode ilmiah dalam mendapatkan pengetahuannya sebab fungsi sarana berpikir ilmiah adalah membantu proses metode ilmiah. 

  1. Pengertian Sarana Berfikir Ilmiah menurut para ahli :

  •                 Menurut Salam (1997:139): Berfikir ilmiah adalah proses atau aktivitas manusia untuk menemukan/mendapatkan ilmu. Berfikir ilmiah adalah proses berpikir untuk sampai pada suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan.
  •          Menurut Jujun S.Suriasumantri. Berpikir merupakan kegiatan akal untuk memperoleh pengetahuan yang benar. Berpikir ilmiah adalah kegiatan akal yang menggabungkan induksi dan deduksi.
  •           Menurut Kartono (1996, dalam Khodijah 2006:118). Berpikir ilmiah, yaitu berpikir dalam hubungan yang luas dengan pengertian yang lebih komplek disertai pembuktian-pembuktian.
  •          Menurut Eman Sulaeman. Berfikir ilmiah merupakan proses berfikir/pengembangan pikiran yang tersusun secara sistematis yang berdasarkan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang sudah ada.

Ilmu pengetahuan telah didefenisikan dengan beberapa cara dan defenisi untuk operasional. Berfikir secara ilmiah adalah upaya untuk menemukan kenyataan dan ide yang belum diketahui sebelumnya. Ilmu merupakan proses kegiatan mencari pengetahuan melalui pengamatan berdasarkan teori dan atau generalisasi. Ilmu berusaha memahami alam sebagaimana adanya dan selanjutnya hasil kegiatan keilmuan merupakan alat untuk meramalkan dan mengendalikan gejala alam. Adapun pengetahuan adalah keseluruhan hal yang diketahui, yang membentuk persepsi tentang kebenaran atau fakta. Ilmu adalah bagian dari pengetahuan, sebaliknya setiap pengetahuan belum tentu ilmu. Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka diperlukan sarana berpikir ilmiah yaitu bahasa, matematika, dan statistika.. Matematika mempunyai peranan yang penting dalam berpikir deduktif. Statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif. Salah satu langkah kearah penguasaan adalah mengetahui dengan benar peranan masing-masing sarana berpikir dalam keseluruhan proses berpikir ilmiah. Untuk itu terdapat syarat-syarat yang membedakan ilmu (science), dengan pengetahuan (knowledge), antara lain :  Menurut Prof.Dr.Prajudi Atmosudiro, Adm. Dan Management Umum 1982. Ilmu harus memiliki obyek, terminologi, metodologinya, filosofi dan teorinya yang khas. Menurut Prof.DR.Hadari Nawawi, Metode Penelitian  Bidang Sosial 1985. Ilmu juga harus memiliki objek, metode, sistematika dan mesti bersifat universal.
2.  Sumber-sumber pengetahuan manusia dikelompokkan atas:
  • Pengalaman.
  •             Otoritz 
  •             Cara berfikir deduktif.
  •                     Berfikir ilmiah (pendekatan ilmiah).
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dari sarana berpikir ilmiah adalah 
  •     Sarana berfikir ilmiah bukanlah ilmu melainkan kumpulan pengetahuan yang didapatkan berdasarkan metode ilmu.
  •      Tujuan mempelajari metode ilmiah adalah untuk memungkinkan kita melakukan penelaahan ilmiah secara baik. 


Sarana berfikir ilmiah pada dasarnya ada tiga, yaitu : bahasa ilmiah, logika dan matematika, serta logika dan statistika. Bahasa ilmiah berfungsi sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan jalan fikiran seluruh proses berfikir ilmiah. Logika dan matematika mempunyai peranan penting dalam berfikir deduktif sehingga mudah diikuti dan mudah dilacak kembali kebenarannya. Sedang logika dan statistika mempunyai peranan penting dalam berfikir induktif dan mencari konsep-konsep yang berlaku umum.

Rabu, 20 Desember 2017

berpikir ilmiah

                                            Sandi Aprianto
Kegiatan berfikir kita lakukan dalam keseharian dan merupakan ciri utama dari kita sebagai manusia ciptaan tuhan yang dianugerahi akal pikiran yang membedakan manusia dengan makhluk lain ciptaan tuhan.   Berpikir merupakan upaya manusia dalam memecahkan masalah. Secara garis besar berfikir dapat dibedakan antara berfikir alamiah dan berfikir ilmiah. Berfikir alamiah adalah pola penalaran yang berdasarkan kehidupan sehari-hari dari pengaruh alam sekelilingnya. Berfikir ilmiah adalah pola penalaran berdasarkan sarana tertentu secara teratur dan cermat. Harus disadari bahwa tiap orang  mempunyai kebutuhan untuk berpikir serta menggunakan akalnya semaksimal mungkin. Seseorang yang tidak berpikir, berada sangat jauh dari kebenaran dan menjalani sebuah kehidupan   yang penuh kepalsuan dan kesesatan. Akibatnya ia tidak akan mengetahui tujuan penciptaan  alam, dan arti keberadaan dirinya di dunia.
Banyak yang beranggapan bahwa untuk “berpikir secara mendalam”, seseorang perlu memegang kepala dengan kedua telapak tangannya, dan menyendiri di sebuah ruangan yang sunyi, jauh dari keramaian dan segala urusan yang ada. Sebenarnya, mereka telah menganggap “berpikir secara mendalam” sebagai sesuatu yang memberatkan dan menyusahkan. Mereka berkesimpulan bahwa pekerjaan ini hanyalah untuk kalangan “filosof”. Bagi seorang ilmuan penguasaan sarana berfikir ilmiah merupakan suatu keharusan, karena tanpa adanya penguasaan sarana ilmiah, maka tidak akan dapat melaksanakan kegiatan ilmiah dengan baik. Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat untuk membantu kegiatan ilmiah dengan berbagai langkah yang harus ditempuh. Berfikir ilmiah merupakan berfikir dengan langkah–langkah metode ilmiah seperti perumusan masalah, pengajuan hipotesis, pengkajian literatur, menjugi hipotesis, menarik kesimpulan. Kesemua langkah–langkah berfikir dengan metode ilmiah tersebut harus didukung dengan alat/sarana yang baik sehingga diharapkan hasil dari berfikir ilmiah yang kita lakukan mendapatkan hasil yang baik. Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Tujuan mempelajari sarana ilmiah adalah untuk memungkinkan kita melakukan penelaahan ilmiah secara baik, sedangkan tujuan mempelajari ilmu dimaksudkan untuk mendapatkan pengehahuan yang memungkinkan untuk bisa memecahkan masalah sehari-hari. Ditinjau dari pola berfikirnya, maka maka ilmu merupakan gabungan antara pola berfikir deduktif dan berfikir induktif, untuk itu maka penalaran ilmiah menyadarkan diri kepada proses logika deduktif dan logika induktif.

Penalaran ilmiah mengharuskan kita menguasai metode penelitian ilmiah yang pada hakekatnya merupakan pengumpulan fakta untuk mendukung atau menolak hipotesis yang diajukan. Kemampuan berfikir ilmiah yang baik harus didukung oleh penguasaan sarana berfikir ini dengan baik pula. Salah satu langkah kearah penguasaan itu adalah mengetahui dengan benar peranan masing-masing sarana berfikir tersebut dalam keseluruhan berfikir ilmiah tersebut. Untuk dapat melakukan kegiatan ilmiah dengan baik, maka diperlukan sarana yang berupa bahasa, logika, matematika dan statistik. 

Senin, 18 Desember 2017

PKM-KEWIRAUSAHAAN "TAHU JABRED”

                                                                      Sandi Aprianto

1.1.  Latar Belakang
Tahu adalah makanan yang terbuat dari kacang kedelai yang mengandung protein nabati yang baik untuk kesehatan. Sekarang ini, jarang sekali orang-orang yang menyukai makanan yang terbuat dari kacang kedelai seperti tahu.Makanan seperti ini, hanya kalangan dan orang-orang tertentu saja yang menyukai tahu atau bahkan karena terlalu sering mengkonsumsinya, maka banyak yang mulai bosan untuk memakan makanan tersebut. Hal ini karena, penampilan dan rasanya yang biasa-biasa saja atau kurang begitu menarik dalam penyediaannya.
Disini dalam program kewirausahaan, kami menciptakan produk makanan yang diberi nama “Tahu Jabred” dengan alasan untuk memberikan rasa kecintaan kepada masyarakat mengenai tahu agar dapat memakan dan menyukai makanan yang enak ini, dengan memberikan inovasi yang menarik serta unik, diberikan isi atau topping yang bermacam-macam dan tentu memiliki cita rasa yang lezat dan memiliki tingkat kepedasan yang bermacam-macam sesuai dengan selera yang diinginkan konsumen.
Kami berharap dengan adanya inovasi makanan tahu ini, semua kalangan menyukai tahu. Selain itu makanan tahu ini dapat menciptakan suasana kekeluargaan disaat santai maupun dalam berdiskusi. Mau hidup sehat dan asyik??? Konsumsi tahu jabred, makanan tahu kreativitas kami dijamin tidak kecewa namun kecanduan sehingga menjadi pelanggan setia pada kami.
1.2.  Perumusan Masalah
1.    Bagaimana mengemas tahu menjadi makanan yang bergizi dan berdaya ekonomis?
2.    Bagaimana mempengaruhi masyarakat untuk gemar memakan tahu?
1.3.  Tujuan Program
Tujuan dibuatnya program ini adalah untuk melatih kemandirian berwirausaha. Untuk menciptakan jiwa dan mental dalam berwirausaha. Dapat melatih kemampuan bekerja sama dalam tim. Dapat meningkatkan sosialisasi dengan masyarakat luas. Untuk melatih memanajemen dan memanfaatkan waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan. Dan untuk memenuhi kebutuhan makanan ringan yang enak dan lezat.
1.4.  Luaran dan Manfaat yang Diharapkan
Luaran dan manfaat dari program yang dibuat dapat mengolah tahu menjadi cemilan yang diminati oleh banyak kalangan. Dengan isi yang bervariasi, menciptakan cemilan yang lezat, enak, dan bergizi. Mampu memenuhi kebutuhan dan selera konsumen atau pelanggan. Mendapatkan keuntungan finansial yang dapat meningkatkan tarif kesejahteraan hidup.Mengembangkan UKM (Usaha Kecil Menegah) yang ada di Indonesia.

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
2.1.  Kondisi lingkungan
Di lingkungan masyarakat yang semakin konsumtif, dapat mempermudah kami dalam membuat produk ini, karena banyak orang-orang yang malas membuat makanan sendiri dan ingin langsung memakan-makanan yang siap saji saja yang praktis dan tidak ribet. Selain itu, di kampus-kampus umumny amenyukai gorengan dan selama ini jenis gorengan yang ada dilingkungan kampus belum ada yang terbuat dari olahan tahu. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk membuka usaha makanan ringan berupa gorengan yang berbahan baku tahu dengan isi yang bervariasi di dalam tahunya. Adapun produk yang akan kami pasarkan yaitu Tahu isi sayur-sayuran, daging serta sosis dan lain sebagainya yang di selimuti dengan tepung krispy dan rasa yang pedas.
2.2.  Sumber Daya dan Bahan Baku
Dalam pendirian usaha ini, sumber bahan baku utama adalah tahu. Tahu mudah ditemukan dimana saja, yang terbuat dari kacang kedelai yang di giling secara halus dan dicetak. Tahu yang akan kami pergunakan adalah tahu kotak yang ukurannya besar berwarna coklat dan tahu putih. Dan untuk isi tahunya kami isi dengan berbagai jenis sayur-sayuran dan diracik sendiri dengan inovasi rasa yang telah kami pelajari cara peracikan bumbu-bumbunya, dengan memiliki kualitas produk yang bagus dan dijamin higienis.
2.3.  Lokasi Usaha
Untuk proses pembuatan produk ini kami membuat di rumah. Untuk lokasi usaha kami akan membuka stand di dalam kampus, di luar wilayah kampus, dan menyewa tempat di luar dengan tempat yang strategis, dekat dengan jalanan yang ramai, dan mudah diketahui oleh banyak orang.
2.4.  Peluang Pasar
Melihat dari banyaknya produk-produk yang kami buat, serta kompetitor-kompetitor yang bergerak dibidang usaha yang sama dengan kreatifitas dan keunikannya masing-masing. Hal itu tidak membuat semangat kami menurun dalam berkreasi dan berinovasi. Kami menyiasatiproduk yang kami buat dengan inovasi yang berbeda dari produk-produk yang sudah ada. Yaitu, dengan inovasi rasa yang lebih enak dari rasa yang biasa sampai rasa yang begitu pedas, isi yang bervariasi, ukuran yang lebih besar, harga yang ekonomis, dan yang paling penting produk yang kami buat dijamin higienis tanpa memakai bahan pengawet atau bahan-bahan yang mengandung kadar kimia yang tinggi. Dengan ini, kami yakin produk yang kami miliki mampu bersaing dan laku dipasaran. Selain itu, kami memiliki banyak relasi yang dapat dijadikan pelanggan tetap.
2.5.  Strategi Pemasaran yang diharapkan :
2.5.1.       Kenali  Pelanggan. Kami lebih mengutamakan apa yang diinginkan dan disukai oleh para pelanggan.
2.5.2.       Melakukan Promosi Produk. Promosi yang akan kita gunakan dari mulut ke mulut dan juga melalui media massa seperti brosur dan pamflet.
2.5.3.       Menentukan dan Memilih Lokasi yang Strategis. Memilih dan menentukan lokasi yang strategis, yang mudah dikenali dan diketahui keberadaan tempat jualan seperti di dekat jalan, di wilayah kampus atau di depan wilayah kampus, dan menyewa tempat.
2.5.4.       Menggunakan Sarana Internet. Selain menggunakan brosur dan pamflet, kami juga memperkenalkan produk kami melalui media social seperti bbm, facebook, twitter, dan blogger.
                              METODE PELAKSANAAN DAN ANALISIS SWOT
3.1.  Persiapan Bahan Baku, Peralatan dan Tempat Pemasaran
Pada tahap ini, yang pertama kami mempersiapkan bahan bakuteri lebih dahulu yang bahan utama dari produk kami yaitu tahu. Tahu yang kami pergunakan ada 2 jenis, yaitu tahu putih dan tahu coklat. Selain kedua bahan utama tersebut, kami juga mempersiapkan bahan-bahan lain untuk membuat isi dari tahu, kulit tahu, dan bumbu-bumbu dari isi tahu serta kulit tahu tersebut yang terdiri dari ayam cincang, kol, wortel, touge, sosis, daun bawang, cabe rawit, cabe merah, garam, Merica bubuk, Tepung Terigu, Tepung sagu, dan lain-lain.
Selain mempersiapkan bahan-bahan, kami juga mempersiapkan peralatan-peralatan untuk mendukung dalam pembuatan tahu jabred yang terdiri dari gerobak, penggorengan, kompor, gas, spatula, box, baskom, pisau, talenan dan masih banyak lagi.
Untuk memasarkan produk, sebelum memasarkannya kami mempersiapkandan menentukan tempat terlebih dahulu, tempat yang paling strategis, ramai, dan mudah diketahui keberadaannya seperti dijalan-jalan, di dalam kampus atau diluar kampus, dan juga menyewa tempat.
3.2.  Uji Coba Pembuatan
Pada tahap ini, kami melakukan uji coba pembuatan tahu jabred.Tempat uji coba yaitu di rumah salah satu anggota kami. Uji coba pembuatan tahu jabred kami lakukan selama tiga minggu agar kami dapat membuat dengan sebaik mungkin untuk membuatan tahu jabred tersebut agar rasanya pas dan enak.
3.3.  Cara Pembuatan Tahu Jabred
Cara Pembuatan tahu jabred ini, sangat mudah dilakukan dan pada umumnya sama seperti pembuatan tahu isi-tahu isi lain yang sudah diketahui.Cara Pembuatan Tahu Jabred untuk membuat 10 buah tahu.

Membuat Bahan Kulit Tahu Jabred:
1)      Tepung terigu 100 gr
2)      Tepung beras 1 sendok makan
3)      Tepung sagu 20 gr
4)      Tahu 10 buah
5)      Daun bawang 1 batang, iris tipis
6)      Merica bubuk 1/4 sendok teh
7)      Garam 1/2 sendok teh
8)       Air 175 ml
9)      Telur 4 Butir
Ø  Bahan Isi Tahu Jabred:
1)      Ayam cincang 10 gr dan sosis, tumis
2)      Wortel 100 gr, iris seperti korek api, seduh air panas
3)      Kol 75 gr, iris tipis, seduh air panas
4)      Cabai rawit merah 6 buah/sesuai selera, ulek kasar
5)      Toge 100 gr, seduh
6)      Merica bubuk 1/4 sendok teh
7)      Garam 1 1/4 sendok teh
8)      Gula pasir 1/2 sendok teh


Ø  Cara Membuat Tahu Jabred:
1)      Cuci terlebih dahulu semua bahan-bahannya dari tahu, bumbu-bumbunya dan untuk isiannya sampai bersih.
2)       Untuk memakai tahu putih, hancurkan tahu secara kasar. Kemudian tahu dibentuk dan diberi isi.
3)       Untuk tahu yang berwarna coklat digoreng terlebih dahulu, setelah itu angkat dan tiriskan. Belah tahu untuk isiannya untuk tahu coklat.
4)      Kemudian semua bahan kulit tahu campurkan sembari diaduk merata hingga adonan sedikit encer.
5)      Setelah itu campurkan juga semua bahan isian tahu seperti, ayam, sosis, cabai, wortel, kol, taoge, merica, gula pasir dan garam, aduk sampai merata.
6)      Setelah semuanya tercampur masukkan isian kedalam tahu, setelah itu celupkan kedalam adonan kulit.
7)       Kemudian tahu goreng sampai matang dalam minyak panas dan api yang sedang
8)      Setelah warnanya kecoklatan dan matang, angkat tahu dan tiriskan.
9)       Tahu jeletotpun siap untuk disajikan.


3.4.  Promosi dan Pemasaran Produk
Target utama dalam mempromosikan dan pemasaran produk yang kami jual adalah orang dewasa dan remaja karena produk yang kami buat sangat digemari oleh kalangan orang dewasa dan remaja.Penjualan tahu jabred biasanya kami lakukan setelah aktivitas perkuliahan selesai.Untuk mempromosikan produk tahu jabred ini, yang pertama kami mempromosikan dari mulut ke mulut terutama dipromosikan kepada orang-orang terdekat terlebih dahulu. Sambil berjualan keliling dalam mempromosikannya, kami juga akan membuka stand penjualan di luar wilayah kampus dan di dalam kampus, meyewa tempat untuk membuka usaha ini.Dan menggunakan media seperti brosur, pamflet, media massa facebook, twitter, dan bbm.
3.5.  Pembuatan dan penyerahan Laporan akhir
Setelah produk kami laku terjual, kami segera membuat laporan berdasarkan produk telah kamijual. Proses pembuatan laporan minimal dilakukan selama tiga minggu.
3.6.  Analisis SWOT
Adapun analisis SWOT dalam usaha yang kami buat, diantaranya sebagai berikut :
3.6.1. Strength (Kekuatan)
         Kekuatan dari produk yang kami buat yaitu :
a)      Produk yang kami tawarkan tidak menggunakan bahan pengawet atau zat–zat kimia yang berbahaya lainnya dan merupakan jajanan pasar yang sudah tidak asing dengan lidah Indonesia.
b)      Produk yang ditawarkan Memilikiisitahu yang bervariasirasa dan isi yang banyak, para konsumen dapat memilih rasa dan isi yang disukai sesuai dengan selera masing-masing.
c)      Memiliki harga yang ekonomis yang dapat dijangkau oleh kalangan masyarakat atau konsumen. 
3.6.2. Weakness (Kelemahan)
          Kelemahan dari produk yang kami buat yaitu :
a)      Produk yang kami tawarkan merupakan jajanan pasar yang banyak tersedia di berbagai tempat.
b)      Produk yang kami tawarkan merupakan produk yang tidak tahan lama karena tanpa bahan pengawet dan mudah ditiru.
c)      Harga bahan baku dan bahan-bahan lainnya yang tidak stabil selalu berubah-ubah, karena naik turunnya harga sembako atau BBM.
3.6.3. Opportunity (Peluang)
          Peluang dari produk yang kami buat yaitu:
a)      Melihat banyaknya masyarakat yang membutuhkan makanan atau cemilan disaat sedang tidak ingin memakan-makanan pokok, tahu jabred ini bisa menjadi alternatif sebagai makanan pengganti makanan pokok atau cemilan.
b)      Karena tahu ini bisa dinikmati oleh semua usia dari yang muda sampai yang tua, maka sasaran pasarnya mencakup semua kalangan masyarakat.
c)      Karena sebagian besar tukang gorengan yang menjual gorengannya hanya begitu-begitu saja dengan tampilan dan isi yang biasa saja, disini kami memberikan tampilan dan isi yang beraneka macam seperti isi daging ayam cincang, sayuran, sosis, dan dalam pembuatan kulit tahunya dibalutkan dengan telur.
d)     Kondisi masyarakat yang semakin konsumtif, dapat mempermudah memasarkan produk yang kami jual.
3.6.4. Threath (Hambatan)
a)      Banyaknya kompetitor yang bergerak dibidang yang sama. Dan menjualnya dengan menggunakan bahan pengawet dengan harga jual yang sama atau bahkan lebih murah dibandingkan dengan produk yang kami buat tanpa menggunakan bahan pengawet atau zat–zat kimia yang berbahaya lainnya.
b)      Produk yang kami buat mudah ditiru, sehingga banyak orang-orang yang nantinya tidak ingin membelinya, tetapi ingin membuatnya sendiri dirumah atau dijual kembali.
c)      Apabila pelayanan dan kualitas yang kita berikan kepada konsumen kurang memuaskan, maka konsumenpun akan merasa kecewa, sehingga usaha ini akan terancam bangkrut.


BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1.  Anggaran Biaya
Secara sederhana, bisnis ini dapat dihitung dengan cara :
1.    Biaya Peralatan 30%
Nama Peralatan
Jumlah
Harga Per-alat
Total Harga
Wajan Besar
1 buah
Rp.         100.000
Rp.          100.000
Spatula
2 buah
Rp.             6.000
Rp.            12.000
Baskom
3 buah
Rp.           10.000
Rp.            30.000
Pisau
2 buah
Rp.           25.000
Rp.            50.000
Gerobak
1 buah
Rp.      2.500.000
Rp.       2.500.000
Talenan
2 buah
Rp.           10.000
Rp.            20.000
Dispenser
1pcs
 Rp.        274.000
Rp.          274.000
Box
5 buah
Rp.           20.000
Rp.          100.000
Kompor Gas
1 buah
Rp.         300.000
Rp.          300.000
Tabung Gas
3 buah
Rp.         150.000
Rp.          450.000
Blender
1 buah
Rp.         150.000
Rp.          150.000
Mesin Pendingin
1 buah
Rp.      2.000.000
Rp.       2.000.000
Bangku
3 buah
Rp.           20.000
Rp.            60.000
Saringan
1 buah
Rp.             6.000
Rp.              6.000
Total Biaya Tetap
Rp.      6.052.000

2.    Biaya Habis Pakai
Bahan Kulit Tahu
Unit
Harga Per-unit
Total Harga
Tepung Terigu
3 kg
Rp.           10.000 (Segitiga)
Rp.           30.000
Tepung Beras
1 kg
Rp.    6.000 (1/4)
Rp.           24.000
Garam
1 buah
Rp.             1.000
Rp.             1.000
Tepung Sagu
¼ kg
Rp.             3.000
Rp.             3.000
Air
5 galon
Rp.           10.000
Rp.           50.000
Daun Bawang
Rp.             5.000
Rp.             5.000
Merica Bubuk
3 buah
Rp.             1.000
Rp.             3.000
Tahu Coklat
100 pcs
Rp.             4.000
Rp.         400.000
Tahu Putih
50 pcs
Rp.             3.000
Rp.         150.000
Telur
1 kg
Rp.           17.000
Rp.           17.000
SUB TOTAL Bahan Kulit Tahu
Rp.        683.000
Bahan Isi Tahu
Unit
Harga Per-unit
Total Harga
Ayam Cincang
1 ekor
Rp.           36.000
Rp.           36.000
Sosis
2 bungkus
Rp.           17.000
Rp.           34.000
Wortel
1/2 kg
Rp.           10.000
Rp.           10.000
Tauge
¼
Rp.           15.000
Rp.           15.000
Kol
1 buah
Rp.           10.000
Rp.           10.000
Cabai Rawit
1 kg
Rp.           30.000
Rp.           30.000
Cabai Merah
1 kg
Rp.           45.000
Rp.           45.000
Garam
1 buah
Rp.             1.000
Rp.             1.000
Gula Pasir
¼ kg
Rp.             3.000
Rp.             3.000
Merica Bubuk
2 buah
Rp.             1.000
Rp.             2.000
Bawang Merah
1/4 kg
Rp.           15.000
Rp.           15.000
Bawang Putih
1 ons
Rp.             2.000
Rp.             2.000
Minyak Goreng
2 liter
Rp. 15.000 (1 ltr)
Rp.           30.000
Masako
6 bungkus
Rp.                500
Rp.             3.000
SUB TOTAL Bahan Isian Tahu
Rp.        236.000
Jumlah Bahan Habis Pakai
Rp919.000

3.    Biaya Perjalanan
Material
Unit
Harga Per-unit
Total Harga
Transportasi untuk mengangkat perlengkapan dan peralatan produksi
Rp.          10.000
Ongkos Bensin
4 liter
Rp.          10.000
Rp.          40.000
SUB TOTAL
Rp.          50.000

4.    Biaya Lain-lain ( Biaya Pendukung )
Material
Unit
Harga Per-unit
Total Harga
Banner
3x1 cm
Rp.           70.000
Rp.           70.000
Brosur
100 lbr
Rp.              2000
Rp.         200.000
Sewa Tempat
Untuk 5 bulan
Rp.         750.000 (untuk 1 bulan)
Rp.      3.750.000
Tenda Stand
1 pcs
Rp.         100.000
Rp.         100.000
Sounds System
1 buah
Rp.           50.000
Rp.           50.000
SUB TOTAL
Rp.     4.170.000

Total Pengeluaran = Biaya Peralatan + Biaya Bahan Habis Pakai + Biaya Transportasi + Biaya Lain-lain / Pendukung
Total Pengeluaran    =   Rp6.052.000 + Rp919.000 + Rp50.000 + Rp4.170.000
                                 =   Rp11.191.000
Sisa                           =   Pemasukan – Pengeluaran
Sisa                           =   Rp12.500.000 – Rp11.191.000        =   Rp1.309.000
1.        Harga Produk
Adapun prduk yang kami tawarkan memiliki harga yang bervariasi. Tahu jabred yang  isi sosis pedas harganya Rp2.500
2.        Perhitungan BEP unit
   Modal awal = Rp12.500.000
        Total penjualan yang diinginkan / bln 50 tahu
        30 hari * 2.500 = Rp3.750.000
        Total biaya per bulan (bahan baku) Rp919.000
        Laba bersih per bulan Rp2.831.000
        Diperkirakan selama 5 bln kita dapat meraih BEP / feed back yaitu total pendapatan-      modal awal : 14.155.000-12.500.000 =  Rp1.655.000
         Maka perhitungan pay back period selama 30 hari adalah Rp1.655.000





4.2.  Jadwal Kegiatan
Kegiatan PKM ini, dilaksanakan selama 5 bulan. Rencana ini tertera pada tabel di bawah ini:
Tabel Rencana Jadwal Pelaksanaan Program

No
Kegiatan
Bulan I
Bulan II
Bulan III
Bulan IV
Bulan V
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1.
Persiapan Bahan-bahan dan Peralatan
2.
UjiCoba Pembuatan
3.
Promosi
4.
Pemasaran
5.
Laporan Kegiatan Usaha
6.
Penyerahan Laporan Akhir